oleh

Sebut Kerugian Negara Capai Rp 300 Juta. Akibat SPPD Fiktif

-Metropolis-184 views

PRABUMULIH – Kasus dugaan korupsi PDAM Tirta Prabumulih melibatkan mantan Direkturnya, Iskandar SE sejauh ini masih didalami dan dikembangkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Prabumulih.

Informasi dihimpun koran ini, Tim Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKB) telah turun ke Prabumulih. Tidak hanya mengusut masalah dugaan SPPD fiktif, tetapi juga berkembang ke masalah distribusi air bersih.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), M Husein Admaja SH MH membenarkan, terkait pengusutan kasus korupsi tersebut. “Kita sejauh ini masih menunggu tim BPKB melakukan pemeriksaan. Sekarang ini, tim sudah turun ke Prabumulih,” sebut Husien, sapaan akrabnya, Selasa, 25/6.

Akunya, sebanyak 5 orang Tim BPKP telah turun ke Prabumulih untuk mengembangkan kasus korupsi tersebut. “Kalau selesai dan keluar, ketahuan seberapa besar kerugian negara diderita. Didasari itu, nantinya bisa ditetapkan tersangka dugaan korupsi PDAM Tirta Prabujaya tersebut,” akunya.

Tim BPKP sendiri kata dia, masih terus mengumpulkan bukti-bukti terkait dugaan korupsi di PDAM Tirta Prabujaya tersebut. “Tim BPKB masih mengumpulkan bukti-bukti, sehingga diketahui korupsi di distribusi air bersih tersebut,” tambahnya.
Sebutnya, kalau kerugian negara akibat SPPD fiktif. Hasil pemeriksaan sebelumnya, mencapai Rp 300 jutaan. Sedangkan, kerugian negara akibat distribusi air memang belum diketahui.
“Sejauh ini, pemeriksaan saksi dugaan korupsi PDAM Tirta Prabujaya masih berlanjut. Agar bisa mengungkap siapa dibalik korupsi PDAM Tirta Prabujaya itu,” bebernya. (03)

Komentar

News Feed