oleh

Sebulan Himpun 600 Kg Sampah

-Metropolis-488 views

PRABUMULIH – Setengah tahun berdiri Unit Bank Sampah Pasar Dua (Padu) Mandiri di Kampung Belang Beleng Kelurahan Pasar II, Kecamatan Prabumulih Utara sudah mampu menghimpun sebanyak 600 Kg sampah yang disetorkan sekitar 74 anggotanya.
Direktur Unit Bank Sampah Padu Mandiri, Muhajir mengatakan, dominan sampah yang disetorkan anggotanya. Kebanyakan sampah plastik, kertas, kardus. dan lainnya.
“Hanya sampah organik saja yang kita oleh menjadi kompos. Sedangkan, untuk sampah plastik, kertas, kardus, dan lainnya kita setor ke Bank Sampah Prabumulih (BSP),” ungkapnya kemarin (23/11) di sela-sela lauching program pembinaan unit bank sampah di Kampung Belang Beleng.
Pihaknya sangat terbantu dengan kesadaran anggotanya, tidak membuang sampah secara percuma. Tetapi, dihimpun dan disetorkan kepada pihaknya untuk dikelola.
“Melalui Unit Bank Sampah Padu Mandiri ini, kita berupaya membantu pemerintah mengatasi masalah sampah di sekitar lingkungan. Selain itu, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk selalu berpilaku hidup sehat,” ujarnya.
Sambungnya, keberhasilannya menghimpun sampah ini. Tidak terlepas dari bantuan dan binaan BSP dan Pertamina Drilling Service Indonesia (PDSI) Project Sumatera Bagian Selatan (SBS) yang selalu peduli dan perhatian kepada Unit Bank Sampah Padu Mandiri.
“Tanpa bantuan keduanya, kita tidak bisa seperti sekarang ini. Terus berupaya maksimal menghimpun sampah, dan meningkatkan kesadaran masyarakat tidak membuang sampah sembarangan,” bebernya.
Asmen Public And Relation (PR), Budi Kristanto mengatakan, kalau pemberian bantuan mesin jahit dan alat biopori. Bentuk kepedulian dan perhatian perusahaan, untuk mendorong kemandirian masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui program Corporate Social Responsiblity (CSR).
“Program CSR yang kita lakukan sengaja fokus pembinaan pada Bank Sampah, untuk mengelolannya kan butuh peralatan. Makanya, niat gulirkan mesin jahit dan juga alat biopori,” tukasnya.
Lanjutnya, nantinya sampah sendiri bisa diolah menjadi barang ekonomis. Dan, mendatangkan penghasilan bagi warga dan mendorong kesejahteraannya.
“Sampah menjadi bernilai ekonomis, dan bisa meningkatkan pendapatan masyarakat,” akunya.
Sementara itu, Asisten I Pemkot, Drs H Asymuni Hambali MPdI menyambut positif upaya masyarakat Kampung Belang Beleng mengatasi masalah sampah dan mengelola lingkungannya dengan baik.
“Kemandirian warga Kampung Belang Beleng atau warga Unit Bank Sampah Padu Mandiri harus dicontoh oleh kampung lain. Karena, memberikan dampak positif dengan terkelolanya lingkungan dengan baik,” jelasnya.
Pihaknya mendorong, inovasi baru yang dilakukan terus dikembangkan. Karena, hal itu memberikan warna baru bagi kota ini. Selain itu, Kampung Belang Beleng ini bisa menjadi destinasi wisata bagi masyarakat.
“Memang untuk mewujudkan kampung seperti ini, tidak bisa sendirian dan harus keroyokan,” pungkasnya. (06)

News Feed