oleh

SDN 6-24 Inkra Asset Pemkot

-Metropolis-77 views

PRABUMULIH – Terkait pemasangan bahelo pengawasan kuasa hukum oleh ahli waris SDN 6-24, Bagian Hukum dan Perundangan-Undangan (Per-UU) angkat bicara kalau SDN 6-24 sudah inkra asset Pemerintah kota (Pemkot). Hal itu ditegaskan Kabag Hukum dan Per-UU, H Sanjay Yunus SH MH ketika dikonfirmasi awak media, Senin (26/8).

Kata Sanjay, hal itu berdasarkan keputusan Mahkamah Agung (MA yang menyatakan, kalau SDN 6-24 sudah inkra merupakan asset Pemkot. “Selain itu, sudah ada sertifikat dikeluarkan BPN. Merujuk, hasil keputusan MA kalau menetapkan kalau SDN 6-24 merupakan asset Pemkot,” ucap Sanjay sapaan akrabnya. Sambungnya, terkait tindakan hal itu pihaknya akan berkoordinasi dahulu dengan Bidang Asset Badan Keuangan Daerah (BKD), langkah apa bakal diambil nantinya.

“Upaya hukumnya sudah selesai, tidak ada langkah hukum lagi. Apalagi, ahli waris tidak mengajukan Peninjauan Kembali (PK) terhadap putusan MA. Sudah berlalu, 6 bulan lebih sejak keputusan dikeluarkan,” terang Mantan Kabid Penataan Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) ini. Sehingga, kata dia, sudah tidak ada lagi upaya mediasi lagi ke depannya. Dan, proses pidananya juga sudah batal demi hukum. Karena status kepemilikan SDN 6-24 sah milik Pemkot sekarang ini.

“Kalau ahli waris masih ngotot, artinya melawan hukum. Karena, putusan MA sudah jelas dan sifatnya mengikat,” pungkasnya. Terpisah, Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM enggan mengomentari terkait masalah tersebut. Ia hanya menyebutkan, mengikuti saja aturan sesuai dengan ketentuan. “Maaf, No Comment yah. Patuhi aturan saja,” jawabnya singkat. Sementara itu, ahli waris, Sarlan Bin Djenalam dikonfirmasi hanya meminta untuk menghubungi pengacaranya saja. “Sudah tiga bulan lalu, surat kuasa masalah itu sudah diserahkan kepada kuasa hukum saya,” pungkasnya. (03)

Komentar

News Feed