oleh

Sarankan Pasar Pagi Tutup Sementara

-Metropolis-26 views

PRABUMULIH – Adanya sejumlah pedagang Pasar Pagi reaktif, hasil rapid test dilakukan petugas laboratorium Dinas Kesehatan (Dinkes), Selasa pagi (30/6/2020) mendapat sorotan salah satu tokoh masyarakat, juga Mantan Wakil Ketua I DPRD, HM Daud Rotasi SSos.

Daud menyarankan, agar Pemerintah kota (Pemkot) menutup Pasar Pagi sementara, untuk memutus mata rantai Covid-19 sekarang ini tengah pandemi. Karena, sudah ada pedagang dinyatakan reaktif hasil rapid test.

“Sejak awalkan, Pemkot sudah mengingatkan agar pedagang patuhi protokol kesehatan. Karena Pasar Pagi rawan penularan Covid-19. Nah, kini sudah terjadi, kita sarankan Pemkot untuk menutup sementara Pasar Pagi. Agar tidak ada lagi pedagang terpapar hingga rapid testnya reaktif,” saran Politisi Partai Golkar ini, kemarin.

Dan Daud menyarankan, pedagang di Pasar Pagi kembali dipindahkan ke Terminal Lingkar, ini dilakukan demi keamanan bersama. “Kondisi PTM II dengan jumlah pedagang sudah tidak sebanding. Kebijakan Pemkot, sebelumnya memindahkan pedagang ke Terminal Lingkar sudah tepat. Tetapi, banyak pedagang tidak paham dan dengan alasan sepi pindah lagi ke PTM II,” ujar ayah dua anak ini.

Selain itu, bebernya, banyak pedagang tidak mematuhi protokol kesehatan inilah, diduga menjadi penyebab ada pedagang yang hasilnya reaktif.

“Kalau sudah begini, pastinya pedagang sendiri yang rugi. Protokol kesehatan wajib dipatuhi, yaitu wajib pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, dan lainnya,” tukasnya.

Tak jauh berbeda diungkapkan Ketua DPRD, Sutarno SE, adanya pedagang yang reaktif ini. Ia kembali mengingatkan, pedagang untuk benar-benar patuh terhadap protokol kesehatan.

“Jangan lupa pakai masker, jaga jarak, cuci tangan dan lainnya. Karena, keramaian rawan sebagai lokasi penyebaran Covid-19,” pesannya.

Masih kata dia, sosialisasi bahaya Covid-19 di Pasar Pagi harus terus ditingkatkan lagi. Agar pedagang memahami, bahaya Covid-19 kalau tidak patuh protokol kesehatan.

“Soal penutupan sementara Pasar Pagi, perlu dilakukan kajian. Sehingga, tidak merugikan pedagang yang mengais rezeki di lokasi itu. Utamanya, pedagang reaktif dilarang berjualan untuk sementara waktu,” bebernya.

Petugas juga harus melakukan tracking kepada siapa saja, pernah kontak untuk memutus mata rantai Covid-19 tersebut. “Lakukan tracking, karantina pedagang reaktif. Uji swab, pedagang sehingga pasti terpapar atau tidak,” sarannya. (03)

 

Komentar

News Feed