oleh

Salut! Meski Pandemi Banyak Penerima PKH Mundur

-Metropolis-69 views

 

PRABUMULIH – Pemerintah pusat sepertinya harus menyampaikan apresiasi, kepada keluarga tak mampu penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Prabumulih.

Betapa tidak, di tengah pandemi covid-19 saat ini banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berhati mulia dengan menyatakan mundur sebagai penerima PKH. Padahal, kondisi penerima masih layak menerima.

“Namun dengan ketulusan hati, tanpa adanya paksaan mereka sukarela mundur sebagai penerima PKH,” kata Koordinator Kota PKH Prabumulih Redi Alfison.

Meski belum menerima data pasti penerima yang mundur, namun sejauh ini kata Redi KPM yang banyak mundur dari Kecamatan Prabumulih Timur. Dimana informasinya, untuk Kelurahan Gunung Ibul 33 KPM, Sukajadi dan Tugu Kecil 9 KPM menyatakan sudah mundur.“Kemungkinan yang mundur akan terus bertambah,” ucapnya.

Redi menyampaikan, adapun alasan KPM PKH mundur karena tidak ingin terus menerus bergantung kepada bantuan yang disalurkan oleh Kementerian Sosial ini. Serta memberikan kesempatan kepada warga lain.

“Intinya mereka ingin lebih mandiri, dan ingin memberikan kesempatan kepada warga yang lain yang juga layak menerima bantuan,” jelasnya.

Lebih lanjut Redi menyampaikan, rata-rata KPM yang mudnur juga sudah menerima bantuan sejak tahun 2013. Atau sudah sekitar 7 tahun menerima bantuan.“Sudah sekitar 5 tahunan lebih menerima, jadi itu tadi ingin memberikan kesempatan kepada yang lain,” imbuhnya.

Resa Wirastya salah satu pendamping PKH di Kelurahan Sukajadi dibincangi terpisah, mengakui terdapat beberapa KPM PKH yang mundur secara sukarela dan sudah 7 tahun menerima bantuan.

“Kalau pekerjaan rata-rata ibu rumah tangga, ada yang tukang sapu, dagang, guru ngaji. Untuk bapaknya kebanyakan tukang atau buruh,” jelasnya.

Okta salah satu penerima PKH mengaku ikhlas mundur, meski kondisinya masih jauh dari ekonomi mampu. “Dak apo-apo (mundur), ibu ikhlas sudah lamo jugo dapat dari 2013. Jadilah gentian samo yang lain pulo,” kata Okta dikediamannya yang masih berdinding papan dan beratap seng.

Memiliki suami sebagai pengangkut pasir, Okta mengaku bersyukur lantaran sudah memiliki penghasilan dari penjualan telur bebek. Dimana telur bebek itu didapat dari ternak bebek tabungan hasil PKH. “Alhamdulillah sudah punya usaha dari duet PKH, sudah ada usaha bebek. Ado 15, teloknyo dijual Sikoknyo Rp 2500,” tukasnya mengatakan dalam sehari bisa menjual 10 telur bebek.(08)

Komentar

News Feed