oleh

Saksi TPS Harus Kritis, Wajib Protes Jika Rugikan Paslon

-Metropolis-371 views

PRABUMULIH – Sebagai ujung tombak pemenangan, saksi Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ditunjuk oleh pasangan calon (paslon) petahana Ir H Ridho Yahya MM (Ridho) dan H Andriansyah Fikri SH (Fikri) harus melaksanakan tugas dengan baik.
Ridho-Fikri, begitu mereka disapa akrab meminta saksi TPS yang telah ditunjuk tersebut diharuskan kritis dan wajib protes jika merugikannya sebagai paslon tunggal.
“Saksi kunci kemenangan Ridho-Fikri, maka dari itu saksi harus mengawal proses penyelenggaraan Pilkada Serentak di TPS khususnya pada hari H pencoblosan, 27 Juni mendatang,” tukas Ridho didampingi Fikri di sela-sela pelantikan dan pemberian mandat saksi TPS-nya di Hall Rumah Makan (RM) Siang Malam, Rabu lalu (20/6).
Kata Ketua DPD Partai Golkar ini menerangkan, kalau kemenangan Ridho-Fikri adalah kemenangan rakyat Prabumulih. Sebaliknya, jika kalah juga kekalahan rakyat Prabumulih. Makanya, mengajak seluruhnya bersatu padu untuk memenangkan Ridho-Fikri apalagi waktu tinggal seminggu lagi.
“Saksi harus hadir tepat waktu di TPS, jangan terlambat. Pantau proses pencoblosan dan perhitungan suara, pastikan suara Ridho-Fikri di setiap TPS. Lalu, laporkan formulir C-1 segera supaya bisa direkap dan diketahui perolehan suaranya dengan cepat. Sebagai, penentu kemenangan Ridho-Fikri,” kata dia.
Lanjutnya, saksi harus teliti dan jelih mengawasi proses perekapan suara, untuk memastikan suara Ridho-Fikri perhitungannya tepat dan benar.
“Tak perlu takut, awasi dengan benar. Apalagi, saksi paslon ada jaminan hukumnya sesuai ketentuan undang-undang,” bebernya. Saksi TPS harus mengawasi ketat kecurangan yang bisa terjadi di TPS selama pelaksanaan pencoblosan dan perhitungan suara hingga berimbas pada kerugian paslon.

“Mari bulatkan tekad songsong kemenangan pada 27 Juni, jangan ada dusta diantara kita,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Pemenangan Ridho-Fikri, HM Daud Rotasi SSos menjelaskan, setiap TPS ada 2 saksi yang disiapkan yang tersebar di 445 TPS. Lalu, 2 saksi untuk di Panitia Pemungutan Suara (PPS) di 37 kelurahan/desa. Terakhir, 2 saksi di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).
“Totalnya, ada 997 orang saksi kita siapkan untuk mengawal perolehan Ridho-Fikri di setiap TPS, PPS, dan PPK,” bebernya.
Ungkapnya, saksi ini sendiri berasal dari kader partai pendukung dan pengusung Ridho-Fikri. Bebernya, setiap parpol sudah dibagi masing-masing sanksi yang ditunjuk per-TPS untuk mengawasi penyelenggaran Pilkada Serentak tersebut.
“Karena sudah ditunjuk dan diberi amanat, saksi harus bisa melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik dan benar. Sehingga, perolehan suara Ridho-Fikri benar-benar sesuai dan tepat,” tandasnya.
Selain itu, Daud menekankan, agar para saksi sigap dalam mendata perolehan suara Ridho-Fikri. Lalu, laporankan segera formulir C-1 kepada yang telah ditunjuk. Selanjuti, awasi juga perekapan suara mulai dari tingkat TPS, PPS, dan PPK.
“Jika semuanya bekerja dengan baik, kita optimis Ridho-Fikri bisa memenangkan pertarungan pada Pilkada Serentak ini dan kembali memimpin kota ini,” pungkasnya.
Kuasa Hukum Paslon Tunggal, H Jhon Fitter S SH MH mengatakan, saksi TPS harus memihak paslon. Karena, memang tugas dan tanggung jawabnya untuk kepentingan Ridho-Fikri.
“Tak perlu takut dalam melaksanakan tugasnya, apalagi sudah ada mandatnya. Selain itu juga, jelas jaminan hukumnya. Awasi dan pantau penyelenggaraan Pilkada Serentak di TPS, hingga PPS dan PPK. Pastikan perolehan suara Ridho-Fikri tepat dan benar,” tandasnya.
Ia menekankan, saksi TPS harus jeli dan teliti dalam melaksanakan tugasnya. Jika merugikan paslon, harus pro aktif dan cerewet dalam mengajukan protes kepada Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
“Jangan dibiarkan begitu saja, kalau terjadi hal-hal yang tidak sesuai dan berujung pada kerugian pada suara paslon,” pungkasnya. (03)

News Feed