oleh

Sabu 1,050 kg Asal Medan Gagal Edar di Prabumulih 

-Ringkus, Sumsel-15 views

//Sepekan, Tangkap Enam Tersangka

PRABUMULIH – Hasil upaya penyelidikan Statres Narkoba Polres Prabumulih mengungkap kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba selama sepekan, menghasilkan tangkapan besar.

Informasi dihimpun awak media, penangkapan tersangka peredaran dan penyalahgunaan narkoba di awal dengan ungkap kasus pada Senin, 28 Maret silam.

Sebanyak 6 tersangka berhasil ditangkap, tidak hanya itu saja barang bukti berupa 1,085 sabu dan 22 ineks berhasil disita. Begitu juga, 1 unit mobil dan 1 unit sepeda motor juga diamankan petugas dalam penangkapan tersangka.

Dengan tiga tersangka, yaitu Manisem (31) warga Simpang Penimur (SP) Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat, sekitar pukul 12.00 WIB dengan barang bukti 1 paket sabu senilai Rp 200 ribu atau berat 30 gram ditangkap di rumahnya.

Lalu, dikembangkan ditangkap Renggi (31), warga Desa Tebat Agung, Kecamatan Rambang Bangku, Kabupaten Muara Enim dan Edo (31), warga SP Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat.

Dari tangan keduanya, disita 22 ineks. Ketiganya dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 Jo 132/112 ayat 2 Jo 132 UU No 35/2009 tentang narkotika dan psikotropika.

Lalu, pada Rabu (31/4/2021), sekitar pukul 15.00 WIB, petugas Satres Narkoba kembali berhasil meringkus dua tersangka narkoba.

Keduanya, Chandra Darmansyah alias Redok (30), warga  Tanjung Raman, Kecamatan Prabumulih Selatan. Dan, Kro Kris Jaya Sakti (24), warga Dusun Prabumulih, Kelurahan Prabumulih, Kecamatan Prabumulih Barat.

Para tersangka ditangkap di rumah tersangka Chandra. Dan, berhasil disita BB  ½ kantong, seberat 7,5 gram. Tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 Jo 132, Pasal 112 ayat 3 Jo 132 UU No 35/2009.

Terakhir, Satres Narkoba berhasil mendapatkan tangkapan besar seberat 1,050 kg sabu.

Dengan tersangka, Adhan Akbar (57), warga 7 Ulu Palembang. Ia ditangkap pada Sabtu (3/4/2021), sekitar pukul 18.00 WIB di depan Indomaret Sukaraja.

BB sabu disita dari bagasi mobil Toyota Camry dalam bentuk paket. Setelah, petugas Satres Narkoba melakukan penangkapan dan pengeledahan.

Adhan sendiri dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 dan Pasal 112 ayat 2 UU No 35/2009.

Kapolres Prabumulih, AKBP Siswandi SH SIk MH didampingi Satres Narkoba, AKP Fadhillah Erni SSos SIk bersama Kanit Idik I, Ipda Zulkarnain Afianata ST MSi dan Kanit Idik II, Aiptu Joko Untung.

“Ungkap kasus narkoba ini, tidak lepas dari upaya petugas Satres Narkoba melakukan penyelidikan selama 2 bulan. Dan, hasilnya cukup memuaskan 6 tersangka berserta 1,085 kg sabu dan 22 butir ineks berhasil diamankan dan disita. Juga, 1 unit sepeda motor dan mobil Camry,” jelas Bang Sis saat release ungkap kasus narkoba di Mapolres, Senin (5/4/2021).

Sambungnya, salah satu tersangka berhasil ditangkap merupakan pengedar lintas provinsi. “Barang asal Medan, hendak di Pasarkan di Prabumulih. Kita apresiasi dalam seminggu 3 kasus diungkap, tim Satres Narkoba berhasil mengungkap kasus besar pertama kali di Prabumulih,” beber AKPOL 2002 ini.

Lanjutnya, keenam tersangka ini sudah dijelaskan ke penjara. Dan, dijerat dengan UU No 35/2009 tentang narkotika dan psikotropika.

“Ancaman 1 kg sabu, 20 tahun penjara. Dan, lainnya diatas 5 tahun penjara,” pungkasnya.

Tambah Kapolres, masih optimis bisa mengungkap kasus lebih besar lagi dilakukan Satres Narkoba. Makanya, ia mengimbau, berikan informasi kepada Polres Prabumulih.

“Kita telah lakukan upaya masif seluruh personel, agar tidak ada lagi bermain-main masalah narkoba. Kalau ada langsung kita pecat,” tandasnya.

Tersangka Adhan berkilah, baru sekali mengantar alias sebagai kurir narkoba. “Saya diupah Rp 15 juta, untuk mengantar sabu ke Prabumulih ini,” akunya.

Sebutnya, sabu ini asal Medan. Dan, ia mengakui, pernah mengambil sabu hingga ke medan. “Saya pernah datang ke Medan, ambil langsung sabu,” bebernya. (03)

Komentar

News Feed