oleh

Rumah Bagi Pemulung dan Tukang Becak Dapat Lampu Hijau

-Metropolis-67 views

PRABUMULIH – Dirjen Penyedian Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum Penataan Ruang (Kemen PUPR), DR Khalawi AH langsung memberikan lampu hijau atau menerima usulan tambahan 120 rumah bagi pemulung dan tukang becak yang sebelumnya diusulkan pemkot Prabumulih.

“Kalau sudah ada tanahnya, tahun ini rumah tersebut langsung kita bangun,” ujar Khalawi di sela-sela Ground Breaking Pembangunan Rumah sebanyak 223 untuk petugas kebersihan di Kelurahan Anak Petai, Kecamatan Prabumulih Utara, Kamis (27/2) sambil menerangkan, pembangunan rumah komunitas ini pertama di Indonesia.

“Berkat kegigihan Pak Wako, akhirnya pembangunan rumah komunitas pertama di Indonesia bisa diwujudkan. Ada 32 kota dan kabupaten mengusulkan, karena Prabumulih lebih siap dan serius dengan menyiapkan lahan seluas 4 hektar kita laksanakan,” ujarnya seraya mengatakan ini bisa menjadi percontohan bagi daerah lain.

Khalawi mengapresiasi, langkah Pemerintah kota (Pemkot), berkolaborasi dengan Pemerintah pusat dalam pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Selain menyediakan rumah layak bagi masyarakat, program ini juga mendukung program sejuta rumah Pemerintah pusat lewat Kemen PUPR. Tahap awal ini, dibangun 223 rumah bagi petugas kebersihan, 120 rumah bagi pemulung dan tukang becak,” terangnya.

Dia juga mendorong Pemkot Prabumulih, untuk menuntaskan pembangunan rumah layak huni di Kota Nanas ini. “Ini harus menjadi konsentrasi Walikota (Wako) dan juga Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim),” jelasnya seraya menyebutkan selain rumah tipe 36 untuk petugas kebersihan, diberikan bantuan Prasarana Sarana Umum (PSU) oleh Kemen PUPR.

Pihaknyapun meminta Pemkot menyiapkan lahan, untuk pembangunan Rusunawa. Dan, Kemen PUPR siap membangunnya. “Tanah saja siapkan, akan kita bangun Rusunawa,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur RUK Penyediaan Perumahan Tentang Komunitas Perumahan Prabumulih, Ir M Yusuf Hariagung MM MT menerangkan, program ini perwujudan amanah dari presiden, mewujudkan perumahan berbasis komunitas.

“Upaya mendorong pemenuhan rumah layak huni berpenghasilan rendah. Khususnya, petugas kebersihan. Ground breaking penanda pemilik rumah huni yang layak,” akunya.

Sebutnya, ada 223 rumah dengan tiga 36. Ke depan, kata dia model  pengembangan pembangunan rumah yang lainnya.

“Ini bentuk kolaborasi pemerintah daerah dengan Pemerintah pusat, daerah menyediakan tanah dan pusat mmembangunnya. Ini sebuah terobosan menyediakan rumah layak masih masyarakat berpenghasilan rendah,” tukasnya.

Gubernur Sumsel, H Herman Deru SH MM menerangkan, kalau pembangunan rumah ini bentuk perhatian Pemkot dan Pemerintah pusat untuk memenuhi sandang papan masyarakat berpenghasilan kurang.

“Ini merupakan kreatifitas dan inovatif Wako dan Wawako Prabumulih, supaya bisa menekan angka kemiskinan,” jelasnya.

Lanjutnya, program ini bisa menginspirasi kabupaten dan kota se-Indonesia dan Sumsel sehingga bisa dicontoh. Khususnya, para Wako dan Bupati khususnya di Sumsel.

“Kita siap memberikan bantuan penghasilan tambahan lewat ekonomi kreatif. Suami atau istrinya bekerja sebagai petugas kebersihan, istri atau suami di rumah bisa punya kepandaian dengan membuka usaha,” tandasnya.

Kata Deru, Provinsi bisa membantu lewat KUR. Tidak hanya rumah, sebagai kebutuhan pokok.

“Kalau rumah ada, usaha ada. Jelas masyarakat lebih sejahtera,” tambahnya.

Wako, Ir H Ridho Yahya MM menyatakan terima kasihnya ada dukungan Kemen PUPR merealisasikan pembangunan rumah komunitas bagi pasukan kebersihan telah ditandai dengan ground breaking ini.

“Kita mengusulkan lagi, sebanyak 120 rumah bagi pemulung dan tukang becak. Tanahnya sudah kita siapkan dan mudah-mudahan disetujui hingga tuntas,” lanjut Ridho.

Sebelumnya, kata Ridho, sudah berbagai program dijalankan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Tanpa mengandalkan APBD, bekerja sama dengan Baznas membangun 10 rumah perbulan dari infak PNS. Lalu, ditambah lagi dari perusahaan, DPRD, swasta, dan lainnya,” bebernya.

Masih kata dia, termasuk juga penolakan tambang batubara, program Baca Tulis Alquran, isbat nikah, program bedah rumah, dan lain-lainnya. “Ini kita lakukan, untuk melayani masyarakat di Kota Nanas ini,” pungkasnya. (03)

 

Komentar

News Feed