oleh

Rindu Kampung Halaman

-Selebrity-35 views

PRABUMULIH –  Kecintaan dan kerinduan Tiyara Ramadhani atau Rara Lida, terhadap Kota Prabumulih tak pernah pudar.

Tak hanya secara langsung mengungkapkan rasa rindu, secara tersirat Rara juga menyampaikan rasa rindu akan Kota Prabumulih tersebut lewat lagu, dalam acara semarak Indosiar, Sabtu malam (21/11/2020). Dalam penampilannya, Rara memakai pakaian adat Sumatera Selatan.

Melalui lagu “dusun kelahiran” ciptaan Mario Prabu itulah, Rara juga sekaligus mempromosikan Kota Prabumulih yang dikenal dengan kota Nanas. Lagu tersebut dibawakan Rara sebagai pembukaan acara semarak Indosiar Palembang. “Makin rindu kota kelahiran,” kata Rara yang dipandu Irfan Hakim CS ini.

Mario selaku pencipta lagu dusun kelahiran mengaku bangga. Sebab, selain membawakan lagunya secara live diacara stasiun televisi. Secara tidak langsung, melalui lagu itu pulalah nama Kota Prabumulih kembali menggaung. “Kita bangga dibawakan dalam aacara semarak Indosiar Palembang. Paling tidak kita sekali lagi menggaungkan nama Kota Prabumulih di TV nasional walaupun hanya lewat lagu,” kata Mario kepada Prabumulih Pos, Minggu (22/11/2020).

Pencipta lagu, kreator sekaligus pelatih tim seni Kota Prabumulih ini, menuturkan sebelum Rara membawakan lagu ciptaannya. Ia sudah dihubungi oleh tim kreatif dari Indosiar. “Beberapa hari yang lalu ditelpon sama kreatif dari Indosiar, dan izin untuk dibawakan lagu ini. Tanpa fikir panjang kita kasih izin. Rara juga sudah konfirmasi, sudah izin. Sebagai seniman kita bangga dan senang hati,” tuturnya berharap kedepan Kota Prabumulih juga dapat makin dikenal melalui seni.

Disampaikan Mario, lagu dusun kelahiran ditulisnya tahun 2017 lalu. Ketika itu Tim seni Kota Prabumulih akan tampil dalam acara Festival Sriwijaya, yang waktu itu harus membawakan lagi wajin bertemakan wisata. “Sedangkan Prabumulih ini tidak ada objek wisata. Tapi kito berupaya bagaimana caranya kita tetap mempertahankan Juara. Kita dak patah semangat, tulis lagu ini dengan singkat, walaupun tidak punya wisata alam tapi punya tradisi yang bisa diangkat. Dan itu tidak kalah menarik dari wista alam,” terang Mario.

Menariknya, lagu dusun kelahiran tersebut sudah memiliki keterikatan dengan Rara Lida. Betapa tidak, lagu tersebut juga dibawakan oleh Rara dalam Festival Sriwajaya  hingga membawa Kota Prabumulih kembali menang dalam Festival Sriwijaya 2017.

“Iya, waktu itu adek kita Rara yang nyanyiin, dan itu waktu Rara sebelum Lida. Alhamdulillah kita juara,” kenang Mario yang juga jebolan Kontes Dangdut Indonesia (KDI) ini.

Sementara itu, masyarakat Kota Prabumulih mengaku bangga dengan Rara. Sebab, meski sudah menetap di Jakarta, Rara tetap tak lupa akan Kota Kelahirannya yakni Prabumulih. “Pas acara kami nonton, Rara cantik nian. Kami merinding nontonyo, raso nak nangis namo Prabumulih disebut-sebut waktu Rara nyanyi,” kata beberapa warga.(08)

Komentar

News Feed