oleh

Rika Menderita ISPA

PRABUMULIH – Rika, bungsu dari empat bersaudara yang tinggal di gubuk reot di Desa Karang Jaya Kecamatan Prabumulih Timur, tanpa pendampingan orang tua, saat ini sedang menderita penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA).
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Puskesmas Prabumulih Timur dr Ade Nur Ichlas melalui Kepala Tata Usaha Puskesmas Timur Asniar SKM mengatakan, pemeriksaan kesehatan telah di lakukan oleh Pihak puskesmas untuk memantau kesehatan ke empat anak tersebut.
“Tim Pustu yang ada di desa Karang Jaya sudah turun tadi, dan memang Rika yang merupakan bungsu sedang menderita ISPA,” kata Asniar Kemarin.
Dijelaskannya selain Rika, anak yang ke dua yakni Yanti juga memiliki riwayat penyakit kejang kejang yang memang sudah dideritanya sejak lama, bahkan dia juga menyebutkan jika Yanti ada kelainan dari lahir. “Jadi bukan Epilepsi atau Ayan, tapi memang Yanti memiliki riwayat penyakit kejang kejang,” imbuhnya.
“Rencananya juga pak lurah akan merencanakan untuk memeriksakan Yanti dan Juga Agustin –anak pertama- ke Rumah Sakit untuk memastikan apakah Yanti dan agustin mengalami kelainan fisikologis atau tidak,” tambahnya.
Nah, dibincangi apakah pihak puskesmas mengetahui hal tersebut, Asniar mengatakan jika memang ke empat saudara tersebut sudah lama tinggal di daerah tersebut, dan sudah pernah di bantu pemeriksaan kesehatan pihak pustu dan mendapatkan bantuan makanan.
“Ya tau, bidan desa kita sebelumnya sudah melakukan tiga kali pemeriksaan, nah kali ini merupakan kali ke empat dilakukannya pemeriksaan,”akunya
Dibincangi terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kota Prabumulih, dr H tedjo Thajono S MPh melalui Kepla sub Bagian Pelayanan Kesehatan dr Vien Dienna Vasessa menuturkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh bidan desa terhadap ke 4 anak tersebut.
Dia juga menyayangkan, seharusnya anak di usia mereka mendapatkan perhatian dari orang tua, agar tumbuh kembang, baik secara fisikologis maupun mental anak sesuai dengan usianya, namun karena beberapa alasan mereka harus berupaya sendiri untuk melanjutkan hidup.
“Kondisi semuanya dalam sehat, kecuali yang bungsu. Memang saat ini sedang menderita ISPA,”katanya kemarin kepada koran ini.
Lebih lanjut dia juga menuturkan jika saat ini juga akan dilakukan koordinasi dengan dinas sosial untuk pengasuhan ke empat anak tersebut.“Sedang di koordinasikan,” tegasnya.
Sementara itu pagi kemarin, Badan Perencanan Pembangunan Daerah (Bappeda) bersama Baznas juga langsung turun mengecek dan meninjau lokasi tempat tinggal empat beranak yang berlokasi di RT 2 RW 4 Kelurahan Karang Jaya Kecamatan Prabumulih Timur.
“Langsung intruksi dari pak Wali kita sudah turun. Hanya saja untuk dibangunn rumah tanahnya masih menumpang bukan milik sendiri, bersama Bappeda akan kita carikan solusinya,” kata Ketua Baznas H Najamuddin SAg.
Sebab kata Najam, jika akan tetap dibangun ditempat tersebut dikhawatirkan nantinya akan menjadi masalah. “Kalaupun tetap dibantu paling kita bantu bahan, itupun harus ada persetujuan yang punya tanah,” imbuhnya.
Lebih lanjut Kepala Bappeda Elman ST mengungkapkan, selain akan mencarikan solusi untuk membantu rumah 4 bersaudara tersebut. Pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas pendidikan untuk membantu pendidikan anak-anak tersebut. “Sekolahnya dimana, itu akan kita bantu dan akan dikoordinasikan dengan Diknas,” tukasnya.

Dinsos Diminta Segera Turunkan Tim

Kabar tentang empat bersaudara yang tinggal di gubuk reot di Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Prabumulih Timur mengundang keprihatinan dari wakil rakyat khususnya, Komisi I DPRD yang merupakan mitra Dinas Sosial (Dinsos).

Komisi I mendesak agar Dinsos segera menurunkan tim untuk segera mengecek kondisi ke-empat anak tersebut. Sehingga, bisa diberikan bantuan dan juga diberikan hunian yang layak dan tidak tinggal digubuk reot tersebut.

“Segera turunkan tim, untuk mendatangi ke-empat anak tersebut. Sejauh mana kondisinya sehingga bisa diambil langkah yang tepat mengatasi masalah tersebut,” terang Wakil Ketua Komisi I, Hery Gustiwan ST kepada koran ini, kemarin (3/4) ketika dimintai komentarnya.

Sebut Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), jika perlu dilakukan keempat anak tersebut sebaiknya dievakuasi sehingga tidak lagi tinggal di gubuk reot yang kondisi memprihatinkan tersebut.

“Kalau memang memungkinkan, karena Dinsos tidak punya panti. Sebaiknya, dititipkan sementara di panti asuhan terkait. Supaya, hidupnya lebih baik dan pendidikannya juga diperhatikan,” kata Hery.

Lanjutnya, kejadian ini juga menjadi pelajaran. Kalau, pemerintahan dibawah mulai dari camat hingga kelurahan. Termasuk, Rukun Warga (RW) hingga Rukun Tetangga (RT) untuk peduli terhadap lingkungannya.

“Kalau ada warganya yang seperti demikian. Harusnya, RT/RW hingga lurah/kades dan camat, harus responsif segera melaporkannya kepada Pemkot. Jangan seperti tidak peduli,” ungkapnya.

Begitu pun, Anggota Komisi I, Hartono Hamid SH mengatakan, kalau dirinya prihatin di kondisi giat-giatnya Pemkot Prabumulih menekan angka kemiskinan ternyata masih ada warganya yang tinggal di gubuk reot dan tidak layaknya.

“Ini namanya kecolongan, jika ada kepedulian dari perpanjangan tangan Pemkot di masyarakat. Jelas kejadiannya, tidak demikian. Ke depannya, kita minta RT/RW harus lebih peduli dengan lingkungannya. Supaya, kejadian demikian tidak lagi terjadi,” ujar Om Ton sapaan akrabnya.

Lanjutnya, pihaknya segera mendesak, Dinsos untuk segera merespon terkait masalah ke-empat anak yang tinggal digubuk reot tersebut. “Kalau memungkinkan, harus dilakukan evakuasi. Sehingga, anak-anak tersebut kehidupannya lebih baik,” tambahnya.

Kepala Dinsos, Yacub BN BSc menerangkan, pihaknya akan segera menurunkan tim untuk mengecek kondisi ke-empat anak tersebut. “Kalau memungkinkan, sore ini tim kita akan segera mengecek lokasi keempat anak tersebut,” tukasnya.

Yacub menerangkan, setelah jelas masalahnya pihaknya akan mencarikan solusi untuk menanggulangi masalah ke-empat anak tersebut yang tinggal di gubuk reot tersebut.

“Kan masih ada orang tuanya, kalau tidak ada. Bisa saja langsung kita evakuasi, harus persetujuan orang tuanya dahulu,” pungkasnya. (mus/06)

News Feed