oleh

Retribusi Pasar Belum Capai Target

-Ekonomi-307 views

SUDIRMAN – Melemahnya daya beli masyarakat berdampak pada aktivitas perdagangan di pasar Prabumulih. Kondisi tersebut sedikit banyak berpengaruh pada capaian target retribusi pasar.
Data UPTD Pasar Prabumuli menyebutkan, realisasi retribusi pasar 2015 dari target Rp500 juta hanya tercapai Rp234.281.250, pada 2016 target Rp500 juta terealisasi Rp284.185.000 selanjutnya 2017 target Rp600 juta tercapai Rp302.081.000 sementara pada 2018 target Rp600 juta hingga Februari baru mencapai Rp48.290.000.
Kepala UPTD Pasar Prabumulih, Taufik Hidaya SE saat dibincangi koran in mengatakan, berdasarkan data UPTD Pasar terlihat ada peningkatan capain. Hanya saja, masih jauh dari target yang ditetapkan.
Memang lanjut dia, saat ini terjadi penurunan jumlah pedagang. Tentunya, ada beberapa factor penyebabnya. “Alhamdulillah walaupun sedikit, jumlah retribusi alami peningkatan pencapai meski tidak sampai target,” terangnya.
Ditahun 2015 realisasi pencapaian hanya Rp243 jutaan. Jumlah itu terbilang paling rendah karena ditahun 2015 lalu adalah masa pemindahan jumlah pedgang ke PTM I yang di gratiskan retribusi selama satu tahun,” tambah dia didampingi bendahara UPTD Psar, Masneli.
Ia mengatakan target yang harus dicapai terus alami peningkatan, seperti tahun 2018 ini kembali dibebankan untuk mencapai target Rp600 juta. Meski realisasi tahun lalu hanya Rp300 jutaan atau hanya tercapai tidak sampai 60 persen.
“Kita berharap agar harga karet meningkat sehingga berpengaruh kepada jumlah pengunjung pasar. Ramainya pengunjung pasar juga akan memberikan dampak pada jumlah retribusi pasar terutama retribusi harian,” tandasnya.
Disinggung mengenai jumlah pedagang, berdasarkan hasil pendataan terakhir 2013 di Pasar Prabumulih terdapat sebanyak 1.979 pedagang. Jumlah tersbeut mencakup semua pedagang hingga non retribusi.
Namun hingga saat ini, UPTD Pasar belum pernah melakukan pendataan ulang. “Kita melakukan pendataan ketika ada perintah, nah sampai saat ini belum ad aperintah untuk melakukan pendataan ulang,” paparnya.
Jadi data UPTD masih hasil pendataan 2013 lalu. Data ini juga menjadi rujukan untuk pembagian lapak di pasar mendatang. UPTD Pasar tidak memiliki data real jumlah pedagang selama lima tahun terakhir.
Sehingga meski saat ini jumlah pedagang menurun namun tidak memilki data. “Kemungkinan jumlah pedagang ini berkurang, tapi untuk dipasar saja. Sebagian dari mereka hanya mengalihkan ke tempat jualan saja seperti ke kalangan dan ada juga yang buka jualan dirumah,” pungkasnya. (05)

News Feed