oleh

Rela Tinggalkan APEKSI, Demi Vaksin Kedua

Setelah Divaksin, Kantong Sertifikat

DIREKTUR RSUD, dr Hj Hesti Widyaningsih MM mengungkapkan, peserta vaksin Covid-19 baik sekali atau telah dua kali divaksin diberikan sertifikat. Baik, secara tertulis dan juga elektronik.

“Kartu vaksin secara elektronik, sebagai tanda telah divaksinasi dua kali diberikan. Tidak hanya secara langsung, juga elektroniknya ada,” jelas Hesti.

Kartu ini, kata dia berguna bagi peserta vaksin ke depannya. Sebagai, bukti kalau sudah divaksin Covid-19 sebanyak dua kali. “Yang jelas, jika sudah divaksin dua kali. Meminimalisir resiko tertular atau terpapar Covid-19. Karena, imunitasnya sudah ditingkatkan,” pungkasnya. (03)

 

PRABUMULIH – Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM rela pulang ke Prabumulih dan meninggalkan pertemuan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Jakarta, Kamis lalu (11/2/2021).

Guna melakukan vaksinasi kedua, setelah sebelumnya pada Kamis, 28 Januari silam disuntik vaksin pertama Covid-19 bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda).

Penyuntikan vaksin kedua setelah dua minggu atau 14 hari dilakukan di kediamannya di Rumah Dinas (Rumdin) Wako, juga disuntikkan Direktur RSUD dr Hj Hesti Widyaningsih MM.

Pada penyuntikan kedua ini, Wako tampak santai dan lebih percaya diri (PD). Hal itu dilakukan Ridho, sapaan akrabnya untuk menyakinkan masyarakat kalau vaksin Covid-19 aman dan masyarakat tidak takut.

“Saya Ridho Yahya, Wako Prabumulih. Pada Kamis 28 silam, sebagian tenaga kesehatan dan masyarakat ragu di vaksin Covid-19. Saya pertama kali divaksin, alhamdulillah sejauh ini saya sehat. Dan, setelah 14 hari, saya divaksin kedua. Padahal, tadi pagi saya ikut pertemuan APEKSI dan sengaja untuk vaksin kedua,” ujar Orang Nomor Satu di Kota Nanas ini, Kamis lalu.

Lanjutnya, kata dia, sudah dua kali divaksin. Dan, sejauh ini sehat dan ia mengimbau, jangan takut di vaksin Covid-19. Karena, vaksin Covid-19 ini aman. “Semoga, setelah adanya vaksin Covid-19. Warga Prabumulih, ke depan terhindar dari penyebaran Covid-19,” imbau suami Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu ini.

Ungkap ayah tiga anak ini, walaupun sudah dua kali divaksin Covid-19. Kata dia, vaksin bukan obat Covid-19. Tetapi, gunanya meningkatkan imunitas melawan Covid-19.

“Tetap patuhi Protokol Kesehatan (Protkes), wajib masker cuci tangan dan lainnya,” ujar ayah dr Muwarni Emassrisa Latifah ini.

Tak lupa ia mengimbau, tak perlu ragu terhadap vaksin yang sudah disiapkan. Dan, warga wajib divaksin agar imunitas meningkat, dan bisa melawan Covid-19 . “Ke depan, jika vaksin sudah banyak. Silakan datang, secara sukarela tanpa takut divaksin. Untuk mendapatkan suntikan vaksin Covid-19. Supaya, imunitas meningkat dan pandemi segera berakhir,” ucap Adik Wakil Gubernur (Wagub) Ir H Mawardi Yahya ini. (03)

Komentar

News Feed