oleh

Rekam Rekan Kerja Lagi Mandi, Hakim Diringkus

PRABUMULIH – Ulah isengnya, ingin menambah koleksi video porno di handphone (HP), akhirnya berujung pidana.

Hakim Saputra (21), warga Dusun V Kelurahan Karang Dapo, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) ditangkap pada 24 September silam, sekitar pukul 05.00 WIB di ruko tempatnya bekerja di kawasan Jalan Sudirman Kelurahan Muara Dua, Kecamatan Prabumulih Timur.

Kepada petugas, Hakim mengaku, baru sekali itu merekam aksi mandi rekannya, berinisial AY tengah mandi menggunakan kamera Go Pro dipasang di tempat sampah berada dalam kamar mandi.

INSERT : Barang bukti digunakan tersangka merekam rekannya. Foto : Rian/PP

“Hanya iseng bae, untuk nambah koleksi video porno di HP,” terangnya kepada petugas di sela-sela pressrelease di Mapolres, Senin (30/9).

Akunya, korban tahu rekamannya dari temannya tidak sengaja mengambil memori HP. Hingga kejadian itu, dilaporkan ke polisi dan tersangka terjerat hukum.

“AY tahu dari kawannyo, dari memori aku ambek kawannyo. Berisi rekaman AY lagi mandi di kamar mandi,” akunya.

Informasi dari data kepolisian, perekaman itu terjadi pada 16 Agustus lalu, sekitar pukul 08.00 WIB. Sebelumnya, memang tersangka telah merencanakan melakukan perekaman dengan menaruh kamera di tempat sampah kamar mandi.

Kapolres Prabumulih, AKBP I Wayan Sudarmaya SH SIk didampingi Wakapolres, Kompol Harris Batara SIk didampingi Kasatreskrim, AKP Abdul Rahman SH MH menerangkan, atas dasar laporan korban AY terkait aksi perekaman ketika sedang mandi.

Akhirnya, tersangka diamankan dan ditangkap. Kini mendekam ditahan Satreskrim, untuk menjalani proses hukumnya.

“Betul, tersangka sudah kita tangkap dan kini tengah menjalani proses hukum. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” jelasnya.

Tersangka sendiri, kata dia, dikenakan Pasal 29 atau Pasal 35 UU No 44/2008 tentang pornografi. “Ancamannya 6 bulan penjara, dan maksimal 12 tahun penjara 12 tahun,” pungkasnya.

Ungkapnya, ada 5 rekaman berdurasi masing-masing satu menit disita dan dijadikan alat bukti untuk menjerat tersangka. “Rekaman korban, sudah kita dan amankan sebagai barang bukti. Termasuk, HP tersangka dan juga kamera Go Pro,” tambahnya. (03)

Komentar

News Feed