oleh

Razia Diduga Bocor

PRABUMULIH – Jajaran Sub Detasemen Polisi Militer (Sub Denpom) II/4-1 Prabumulih Sabtu (18/11) malam lalu menggelar razia gabungan ke sejumlah tempat-tempat keramaian. Sub Denpom bersama BNN, Satpol PP, Polres Prabumulih, Yonzipur 2/SG, Yonkav 5/DPC, Sat Pol PP, Kesbangpol memulai razia mulai pukul 22.00 WIB dengan menyasar lokalisasi Simpang Penimur (SP).
Hujan deras yang sempat mengguyur tak menghambat langkah petugas. Dari lokasi ini, sayangnya petugas tak menemukan pelanggaran berat. Hanya dua warga yang mengenakan seragam lengkap TNI. Keduanya adalah Hartarudin (42), warga Gang Kelapa Tugu Nanas Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat dan Tonsa (43), warga Dusun I Desa Suban Jeriji, Kecamatan Rambang Dangku, Kabupaten Muara Enim. Setelah diinterogasi, ternyata keduanya mengaku bukan anggota TNI.
“Sasaran kita pelanggaran anggota, narkoba dan penyakit masyarakat (pekat). Hasil razia tersebut, ada dua warga memakai seragam TNI atau loreng. Ketika ditanya identitas, ternyata bukan anggota TNI. Makanya, kita sita seragam dan warga tersebut kita data,” ungkap Komandan Sub Denpom II/4-1 Kapten CPM Syahrial malam itu.
“Kita imbau untuk tidak mengenakan seragam TNI bagi yang bukan TNI. Razia ini sengaja digelar untuk antisipasi bentrok antara TNI-Polri belakangan ini yang kerap terjadi di sejumlah wilayah. Selain itu untuk menciptakan kondisi kondusif dan aman di wilayah Kota Nanas,” tambahnya.
Setelah merazia lokalisasi Simpang Penimur (SP), petugas sempat menghadang sejumlah angkutan batu bara yang hendak melintas di jalan Jendral Sudirman dan mengarahkannya ke jalan Lingkar Timur sebelum kemudian melanjutkan razia ke Diva Karaoke and Family, Detones By Afgan, Pelangi Karaoke, hingga ke sejumlah warung remang-remang (warem) di Kelurahan Cambai, Kecamatan Cambai dan berakhir di Rumah Makan (RM) Indramayu, Kelurahan Cambai, Cambai sekitar pukul 01.00 WIB
Razia yang diduga bocor membuat petugas juga tak menemukan apapun di tempat-tempat karaoke. Hanya sejumlah pengunjung karaoke yang tengah asyik berkaraoke dengan didampingi para ladies escort sempat terkejut.
Begitu pula dengan razia yang dilakukan di sejumlah warung remang-remang. Petugas tak menemukan apapun, hanya sebuah bong atau alat hisap sabu yang ditemukan tergeletak di salah satu ruangan di café Uchad.
“Ini perintah atasan yang harus kita laksanakan, untuk antisipasi. Alhamdulillah, sejauh ini aman dan terkendali. Hasil razia di sejumlah karaoke juga tidak ditemukan penyalahgunaan narkoba oleh anggota dan juga masyarakat, dan tidak ada indentitas pengunjung karaoke,” tukas Syahrial seraya menambahkan barang bukti (BB) bong yang ditemukan sudah diserahkan ke BNN.
Sementara itu, Hartarudin salah seorang warga yang kedapatan mengenakan seratgam TNI mengaku tak mengetahui bahwa ada larangan menggunakan seragam TNI bagi warga sipil. “Aku beli (seragam TNI) dari koperasi, hargonyo Rp 50-100 ribu. Aku dak tau pak kalo dak boleh dipakai. Kalau cak ini kan, jadi tahu dan idak lagi nak makenyo,” akunya.
Hal berbeda diutarakan Tonsa. Menurutnya, celana loreng yang ia kenakan merupakan pemberian dari keponakannya yang memang seorang anggota TNI bertugas di MUara Enim. “Idak beli pak, celano ini yang kupake dienjok ponaan tentro Muara Enim,” tukasnya. (06)

News Feed