oleh

Rawat Orgil Hingga Penyandang Difabel

PRABUMULIH – Usulan Dinas Sosial untuk membangun panti sosial di Kota Prabumulih, mendapat respon dari Kementerian Sosial.
Bahkan untuk pembangunan panti sosial tersebut, pemkot sudah menyiapkan lahan seluas 2 hektar lahan yang berlokasi di jalan Lingkar Kecamatan Prabumulih Timur tepatnya di sekitar Sport Center.
“Usulan sudah empat kali kita sampaikan, selama ini memang terkendala lahan namun sekarang lahan sudah ada dan sudah mendapat respon dan rencananya akan dibangun di Lingkar,” kata Kepala Dinas Sosial H M Yacub BN SE melalui Kabid Pelayanan Rehabilitasi Herman Tono.
Dengan telah adanya respon tersebut kata Herman, dalam waktu dekat pihaknya akan kembali menemui Kementerian Sosial untuk membahas rencana pembangunan Panti Sosial tersebut. “Kita akan terus tanya dan harus dijemput bola sehingga benar-benar terealiasi,” ujarnya.
Selama ini hasil dari penertiban penyakit masyarakat kata Herman, pihaknya masih terkendala pembinaan lantaran belum memiliki penampungan.
“Karena selama ini, kendala kita hasil penertiban khusus orang gila, tidak bisa dikirim ke RS Ernaldi Bahar karena tidak memiliki data identitas. Begitupun dengan gelandangan pengemis lainnya kalau tidak ada identitas sulit untuk ditampung panti,” bebernya.
Jika jadi dibangun, Panti Sosial ini nantinya tak hanya akan merawat para orang gila (orgil) tapi juga penyandang atau penderita penyakit masyarakat lainnya termasuk penderita gangguan kejiwaan.
“Mulai dari PSK (pekerja seks komersial), korban narkotika, anak jalanan, gelandangan, pengemis nanti akan ditampung di situ, hingga penyandang difabel. Bahkan nanti mereka akan mendapat pelatihan disana,” ucapnya.
Lebih jauh dirinya menambahkan, untuk tenaga ataupun mobiler nantinya akan disiapkan oleh kementerian sosial. “Biasanya seperti itu, mulai dari gedung mobiler kitanya hanya menerima dan menyiapkan lahan. Tapi kalau memang tenaga membutuhkan dari kita, tentu akan disiapkan nanti,” jelasnya.
Nah, disingung mengenai keberadaan orang gila di kota ini, Herman mengungkapkan dari hasil pendataan yang telah dilakukan terdapat 37 warga Prabumulih yang menderita penyakit mental alias gila. “37 itu merupakan masyarakat yang beralamat di Prabumulih. Sementara untuk yang berada dijalan dan liar tidak termasuk itu banyak,” terangnya.
Memang sambung dia, selama ini khusus masyarakat Kota Prabumulih yang itu bisa dikirim ke Ernaldi Bahar. Hanya saja terkadang sulit untuk sembuh mengingat masih kurangnya pengontrolan dari pihak keluarga untuk mengkonsumsi obat. “Itu yang menjadi kendala sulit untuk sembuh, kontrol minum obatnya susah sebab kebanyakan orang gila tidak mau minum obat dan itu perlu peran keluarga,” imbuhnya.
Sementara untuk orang gila yang bukan masyarakat kota Prabumulih jelas Herman, saat ini masih belum bisa dikirim lantaran tak memiliki data identitas. “Kebanyakan pendatang tidak memiliki data identitas, jadi tidak bisa dikirim. Karena syarat untuk dikirim harus ada identitas lengkap,” paparnya.
Walikota Ir H Ridho Yahya MM, juga menyampaikan jika lahan untuk pembangunan panti sosial sudah disiapkan oleh Pemerintah Kota. “Kita tinggal menunggu realisasinya, karena lahan kita sudah siap,” tuturnya singkat disela-sela acara Musrenbang di gedung kesenian pendopoan rumah dinas.
Aktivis Sosial Fajar Kustiawan menuturkan, pihaknya sangat mendukung pembangunan tersebut dengan bersedia dan siap membantu dalam menanamkan basic mental pada anak-anak penghuni panti nantinya. “Kita berharap agar panti nantinya menjadi solusi bagi masyarakat, dan itu harus dimanage dengan benar bukan sekedar simbol atau bangunan formalitas semata,” tukasnya.
Hanya saja dirinya meyakini, dengan adanya respon dari pusat untuk membangun panti tentu sudah difikirkan secara matang oleh pemerintah pusat. “Dan memang untuk berfungsi sebagaimana mestinya selain dikelola dengan baik, harus melibatkan tokoh masyarakat aktivis untuk pengembangan dan harus tepat sasaran,” pungkasnya. (05)

News Feed