oleh

Ratusan Pengecer Geruduk Walikota

-Metropolis-54 views

PRABUMULIH – Ratusan pengecer yang biasa mangkal di Pasar Pagi PTM II, Sabtu kemarin mendatangi rumah dinas Walikota.

Kehadiran mereka untuk mempertanyakan kebijakan penutupan atau larangan berjualan di pasar pagi PTM II.

Septi, Perwakilan Pedagang mengatakan, hanya berjualan untuk mengais rezeki setiap malamnya untuk keluarganya.

“Semalam (Sabtu dini hari, red), kami dak bisa lagi jualan di Pasar Pagi PTM II. Disana sudah dipasang dan ditutupi kayu. Dilarang Satpol PP, disuruh jualan ke Terminal Jalan Lingkar,” keluhnya.

Ungkap Septi, jarak ke Terminal Talang Jimar yang cukup jauh dan juga faktor keamanan juga menjadi alasan. Ia enggan berjualan di lokasi itu, apalagi dirinya bukan pengecer dan bukan agen.

“Kami nih pengecer, bukan agen. Kami cuma nyari duit seribu dua ribu, untuk makan,” ucapnya.

Kata dia, kalau diperbolehkan berjualan di Pasar Pagi PTM II. Akunya, akan mematuhi ketentuan dan aturan Pemerintah kota (Pemkot), khususnya protokol kesehatan dalam rangka memutus mata rantai Covid-19.

“Termasuk pakai masker, jaga jarak, rutin cuci tangan, dan lainnya,” kata dia.

Sementara itu, Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM melalui Sekretaris Daerah (Sekda), Elman ST MM langsung menemui Perwakilan Pengecer Pasar Pagi PTM II mengatakan, keluhan pengecer tersebut ditampung.

Ia bersama pihak terkait, setelah disampaikan kepada Wako akan melakukan kajian dan juga pertimbangan.

“Tenang, ayo kita dukung PSBB. Dipindahkannya pasar Pagi PTM II, tujuannya dalam rangka Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Guna memutus mata rantai virus asal Wuhan tersebut. Kondisi Pasar Pagi PTM II sudah tidak memungkinkan diberi jarak,” jelasnya.

Sebut Elman, jangan Prabumulih melakukan PSBB. Ternyata, Pasar Pagi PTM II masih ramai dan semerawut. Dan, rentan menjadi sentral penularan Covid-19.

“Kalau itu terjadi, jelas kasian keluarga dan masyarakat lain. Makanya, diambil kebijakan dipindahkan ke Terminal Lingkar,” tukasnya.

Bebernya, sejumlah fasilitas dan sarana prasarananya di lengkapi. Seperti; lampu, pos penjagaan dari kepolisian dan TNI untuk menekan angka pungli, toilet portable, tenda, air, dan lain-lainnya. “Intinya, agar baik agen dan pengecer dan lainnya aman. Karena, mengacu protokol kesehatan,” tambahnya.

Adanya PSBB ini, kata dia, untuk mengurangi penyebaran Covid-19 di Kota Nanas ini. Agar masyarakat, bisa berdamai dengan Covid-19 dan kembali hidup normal. “Makanya, kita mohon dukungannya baik agen dan pengecer serta lainnya. Agar tetap di Terminal Jalan Lingkar, untuk transaksi menghidupkan perekonomian masyarakat di kota ini. Apalagi, inti dari PSBB ini protokol kesehatan ketat. Semuanya harus dipatuhi dan ditaati, serta tingkatkan displin,” pungkasnya. (03)

Komentar

News Feed