oleh

Ratusan KPM PKH Dicoret

-Metropolis-285 views

grafis: sendi/prabumulih pos

PRABUMULIH – Sebanyak 751 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Program Keluarga Penerima Harapan (PKH) di Kota Prabumulih dicoret dari daftar PKH. Koordinator PKH Kota Prabumulih Redi Alfison SE mengutarakan, total KPM di Kota Prabumulih mencapai 8.325. “Tapi sekarang hanya 7.574 KPM. Karena sudah berkurang 751 KPM,” katanya.

Pencoretan penerima tersebut dikarenakan penerima sudah tak masuk dalam daftar KPM yang memenuhi syarat sebagai penerima PKH atau Eligible sehingga penerima berkurang. “Dan berkurang itu ada beberapa alasan, karena kesadaran sendiri malu menerima dan merasa sudah mampu akhirnya penerima mundur. Kemudian juga ada yang penerima sudah tak ditemukan, menghilang tanpa ada pemberitahuan. Tapi ada juga yang memang tak lagi masuk dalam persyaratan penerima,” ujarnya.

PKH sendiri kata dia, sedang menunggu pencairan tahap 4. Sementara yang berlangsung saat ini pembagian program Bantuan Sosial Pangan (BSP) yakni pencariran beras E-Warung. “Untuk E-Warung itu sudah hampir selesai, penerima dari PKM PKH dan non PKH,” terangnya. Untuk persiapan pencairan tahap 4 ungkapnya, saat ini petugas pendamping dilapangan tengah melakukan pemutahiran data. “Yakni mendata anak-anak yang naik kelas, masuk sekolah baru. Baru hamil, baru melahirkan atau ada yang meninggal,” ungkapnya.

Disinggung apakah penerima PKH akan bertambah. Mengingat pendataan terhadap masyarakat miskin sudah dilakukan, dan data sudah diusulkan ke Kementerian Sosial. “Untuk penambahan sementara belum ada, dan itu merupakan wewenang kementerian sosial untuk diverifikasi,” jelasnya. Sedangkan untuk usulan data lanjutnya terdapat mekanisme tersendiri. “Yaitu ada data dari RT dan RW kelurahan atau desa, yang diketahui pihak Kecamatan. Dan diajukan ke Dinas Sosial untuk dientri melalui apilikasi SIKGN,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Bustomi SE, beberapa waktu lalu menyampaikan sekitar 34 Ribu data warga miskin telah masuk ke Dinas Sosial. “Itu hasil data yang telah disampaikan oleh RT. Data itu kita usulkan ke Pusdatin Kesos dengan dimasukkan secara online,” kata Bustomi. Dengan data itu kata Bustomi Pemerintah Kota (Pemkot) sudah siap bila ada program bantuan dari Pusat. “Karena data itu bisa untuk semua program yang menyangkut data masalah sosial, sumbernya dari data itu. Seperti KIS, BNT, PKH dan sebagainya,” tukasnya seraya menambahkan penerima bantuan tetap ditentukan oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Sosial. (08)

Komentar

News Feed