oleh

Ramadhan di Tengah Pandemi Covid-19, Hammpitara Gagas Tadarus Online

-Nasional-71 views

//Perbanyak Amal Ibadah di Bulan Penuh Berkah

PALEMBANG – Hadirnya bulan suci Ramdhan memberi keberkahan tersendiri bagi umat muslim. Terutama dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt. Terlebih, bulan yang Agung ini memberi kelebihan berupa rahmat, maghfirah dan ampunan bagi hamba-Nya yang menjalankan ibadah puasa.

Meski pada ramadhan tahun ini, umat muslim harus melaksanakannya dengan penuh kesabaran. Ini lantaran, dunia tengah dilanda badai virus Covid-19 yang mengancam kesehatan dan kehidupan umat manusia. Kondisi itupun terjadi di Indonesia hingga seluruh provinsi di tanah air.

“Kita ambil himah dari kejadian ini,” ujar H.Ikral, S.Ag, M.M selaku admin pada kegiatan tadarus dalam jaringan yang digagas Hammpitara UIN Raden Fatah Palembang, kemarin (30/4). Ia mengatakan, puasa di bulan suci ramadhan hanya dilakukan selama sebulan dari 12 bulan yang ada. Artinya sangat sayang jika diabaikan atau ditinggalkan begitu saja.

Walaupun lanjut Ikral, ramadhan tahun ini diwarnai dengan situasi pandemi covid-19, namun kegembiraan dan semangat untuk menyambutnya tak boleh surut. “Umat muslim harus tetap meningkatkan keimanan dan memperbanyak ritual ibadah yang bisa dilakukan walaupun hanya di rumah. Seperti tadarus al-Qur’an, qiyamul lail, atau shalat tarawih,” ucapnya.

Sejenak kata dia, mari merefleksikan momentum ramadhan di tahun-tahun lalu. Kesibukan di luar rumah yang menjadi rutunitas. Seperti bekerja, berbisnis, atau berpergian sering kali menghabiskan waktu. Sehingga tak jarang juga melupakan atau meninggalkan amalan-amalan baik di bulan puasa ramadhan. “Padahal sangat disayangkan melewatkan momentum per satu tahun sekali ini,” tukasnya.

Karena tambah dia, aktifitas di luar rumah berkurang dan masyarakat dihimbau untuk tetap berada di rumah saja, hal-hal yang dapat mengurangi kualitas puasa bisa dihindarkan. Dengan demikian, bisa mengambil hikmah ramadhan disaat pandemi corona ini, yaitu fokus menjalankan ibadah puasa yang diirngi dengan amalan baik dan terhindar dari perbuatan merusak pahala berpuasa.

“Insya Allah Al Qur’an menjadi syafaat di Yaumil akhir, dan kita menjadi salah satu orang yang dirindukan surga adalah para pembaca al-Qur’an yang suka bertadarus,” imbuhnya seraya menambahkan bagi yang sudah khatam setiap hari 1 juz, selanjutnya laporan kepada admin untuk di beri tanda oleh admin. Ini menerangkan bahwa dia khatam 1 juz hari itu,  boleh di mulai dari juz berapa saja.

Sementara Silva Ananda,  M.Pd.I selaku anggota tadarus online menambahkan, hal-hal yang membuat kualitas atau pahala puasa berkurang itu sering terjadi lantaran dipengaruhi aktifitas di luar rumah. “Seperti berkumpul dengan teman, seringkali terlontar perkataan buruk secara spontan serta pembicaraan yang tidak penting. Maka ini menjadi salah satu cara memaknai tadarus online di tengah polemik covid-19 ini,” terangnya. (asa/fs/01/rel)

 

 

Komentar

News Feed