oleh

Raih Satya Lencana, Pandemi Covid-19 Harus Tetap Produktif

Dr. Saipul Annur, M.Pd, Pria Bersahaja yang Konsen Bidang Pendidikan dan Sosial

Sosok Saipul Annur tak asing lagi di kalangan praktisi pendidikan di Sumatera Selatan (Sumsel). Namanya terus melejit seiring kiprahnya di dunia pendidikan. Selain sibuk dengan seabrek kegiatan, kini ia dipercaya menjadi Ketua Prodi S2 MPI FITK UIN Raden Fatah Palembang. Berikut ceritanya!

 

ADE ROSAD – PALEMBANG

======================

 “Assalamu’alaikum…” ucap koran ini sembari berdiri di depan pintu ruang Kepala Program Studi (Prodi) Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI), akhir pakan lalu. “Waalakumsalam…silahkan masuk. Tunggu sebentar ya…” ujar pria dengan mata mengarah koran ini. “Saya buka ujian terbuka mahasiswa dulu,” imbuhnya singkat.

Waktu menunjukan pukul 10.20 WIB. Ujian Tesis terbuka yang diadakan Prodi MPI selama masa pandemi Covid-19 dilakukan secara virtual.  Walau virtual, prosedur ujian tetap dilaksanakan. Pandemi bukan penghalang dalam mengikuti tahapan ujian tesis. Setelah koran ini dipersilahkan duduk, komunikasi-pun terhenti sejenak. Ya, sosok pria yang tak lain bernama Dr. Saipul Annur, M.Pd ini adalah Ketua Prodi S2 MPI FITK UIN Raden Fatah Palembang.

Inzet: Saipul Annur bersama isteri dan anak-anaknya. Foto: istimewa

Ia tercatat sebagai dosen tetap Fakultas Tarbiyah lebih dari 20 tahun. Namanya tidak asing lagi di kalangan praktisi pendidikan, baik di Sumatera Selatan (Sumsel) maupun nasional. Kiprahnya bidang pendidikan tidak diragukan lagi. Selain aktif menulis buku, ia-pun kerap menulis berbagai jurnal pendidikan, sosial dan manajemen.

Untuk mewawancarainya terbilang sulit. Koran ini pun harus sabar menunggu waktu yang pas. Beberapa pesan singkat yang disampaikan koran ini melalui WhatsApp (WA) lebih dari dua kali. Belum ada jawaban dari pria kelahiran Curup, 8 Desember 1970 silam ini.

Koran ini pun maklum. Selain sibuk dengan aktivitas sebagai dosen, suami dari Dra. Risnurwaty, M.Si ini juga aktif dengan berbagai kegiatan. Ia kerap memberi supervisi bidang pendidikan pada lembaga pendidikan berbagai tingkatan di Sumsel. Bahkan, baru-baru ini baru pulang dari UIN Malang.

Lebih 5 menit koran ini menunggu. Duduk di kursi tamu ruang berukuruan sekitar 3×3 meter dengan cat dinding berwarna putih. Sesekali terlihat pegawai di ruangan Prodi MPI melintas. Sementara pegawai lainnya sibuk dengan laptopnya. Ada juga yang terlihat membuka berkas dan aktivitas lainnya. Jika dilihat dari jumlahnya, ruang prodi terbilang “irit” pegawai.

Mungkin postur kepegawaiannya sudah ditentukan pihak UIN. Sesuai ketentuan, pada masa pandemi Covid-19 aktivitas kantor menerapkan 3M (mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, memakai masker, dan menjaga jarak interaksi minimal 1 meter). Suasana tersebut terlihat dalam aktivitas kerja di ruang Prodi MPI FITK UIN Raden Fatah Palembang.

“Apa kabar Pak Ade” sapa pria dengan wajah bersahaja dan senyum mengembang di bibirnya. Raut mukanya tenang. Matanya sejuk. Dilihat sekilas, tipe pria ini seperti terbilang irit bicara. Padahal tidak sama sekali. Justru, terbilang asyik jadi lawan bicara. Terlebih saat membahas isu-isu pentng tentang pendidikan. Bisa semalaman.

“Maaf lama nunggu ya,” ucapnya dengan nada datar. Terlihat ada yang berbeda pada topi yang dipakai dikepalanya. Ya berupa Tanjak. Tanjak ini bisa disebut sebagai mahkota yang dulunya pada masa Kesultanan Palembang merupakan pakaian khas yang digunakan dalam berbagai acara, baik acara adat maupun kesultanan yang dipakai di kepala.

“Kalau lagi ada ujian terbuka, kita dianjurkan memakai Tanjak Palembang,” terang Saipul, seakan tahu apa yang tengah dipikirkan koran ini saat memandang Tanjak yang dikenakannya.

Komunikasi pun berlangsung hangat. Saipul terbilang sosok yang mudah akrab. Sehingga memudahkan koran ini menggali hal-hal yang ada pada dirinya. “Terima kasih ya, banyak kegiatan-kegatan MPI yang dipublish di Koran Prabumulih Pos. Semoga bermanfaat bagi dunia pendidikan kita,” ucapnya. Koran ini pun langsung menjawab ringan. “Sama-sama Pak,” timbal koran ini.

Untuk diketahui, Prabumulih Pos merupakan koran Devisi 2 di bawah manajemen Harian Pagi Sumatera Ekspres. Prabumulih Pos sendiri memiliki anak perusahaan bidang media online www.prabumulihpos.co.id, www.fajarsumsel.co yang terintegrasi dengan jaringan berita Sumatera Ekspres Group dan Fajar Indonesia Network (FIN) dan Radio Pentas Prabumulih 98.7 FM.

Ayah dari Farah Nuriesa Aputri, M.Akbar Muharram, M. Dachnil  Anugrah, M. Imam Habibie ini mengatakan, pendidikan di masa pandemi ini tentunya berbeda dari tahun sebelumnya. Banyak temuan-temuan baru yang muncul. Tentu kondisi ini tidak terpikirkan sebelumnya.

“Oleh karena itu langkah yang baik adalah melakukan adaptasi cecepatnya. Atau new normal. Karena pandemi covid-19 ini sangat memukul dunia pendidikan,” terangnya.

Ia mengaku prihatin dengan kondisi covid-19 yang tengah melanda tanah air. “Semoga pandemi ini segera berakhir,” imbuhnya. Melihat dari kiprahnya, Saipul terbilang aktif dalam menulis. Misalnya saja, dalam hal menulis jurnal. Ada beberapa jurnal yang berhasil dipublishnya. Diantaranya Pengajaran  Life Skill  Untuk Pendidikan Agama Islam, Ta’dib, Saipul Annur,  terakreditasi , edisi Nop. 2006 (terakreditasi), Pembinaan Profesionalitas  Guru  Pendidikan Agama Islam, Ta’dib, Saipul Annur Edisi Juni  2006  Vol. XI.No. 01, (terakreditasi), Pendekatan Quantum Teaching  sebagai alternatif  Pengembangan Pengajaran Pendidikan Agama Islam  di sekolah Umum,  Ta’dib, Saipul Annur, edisi  Nop. 2005 (terakreditasi), Kerajaan  Usmani, Asal usul dan kemajuannya, Istinbath, Saipul Annur No.2 tahun 1. Desember  2001  (Belum terakreditasi).

Selanjutnya, jurnal Urgensi Filsafat Moral   bagi kehidupan   umat, Istinbath, Saipul Annur, Juli 2001 (Belum terakreditasi), Menyambut  Pemberlakuan  UU guru dan Dosen 2005 dan upaya  Peningkatan  Kualitas  belajar  Mengajar PAI di Sekolah Umum, Istinbath, Saipul Annur, Desember 2005 No. 2 /th V (Belum terakreditasi), Agama dan Perubahan Masyarakat, Al-Fatah, Saipul Annur, Edisi 1, Mei  1997 (belum terkreditasi), Prilaku  Kehidupan  beragama  Masyarakat ekonomi Menengah  ke bawah dan menengah atas, Saipul Annur, Edisi 2  Mei 1998 ( belum terakreditasi), Revitalisasi  Manajemen  Pesantren, Conci’encia, Saipul Annur, No.01 Vol II. Juni 2002. (belum  Terakreditasi), Profesionalitas Guru Agama Islam  (Wacana Pengembangan Kemandirian Guru), Ta’dib Vol. XIII, No.01, Juni 2008.

Kemudian kata dia, Peran Guru dalam Pengembangan Kurikulum Agama Islam, Tafkir, vol,1 No.1 Edisi Juli 2008, Latar belakang, minat dan Kebutuhan Calon Mahasiswa di Sumatera  Selatan, Intizar , vol.    No. 2 tahun 2012, Urgensi  Pendekatan  Bimbingan  Keagamaan (Zikir dan do’a) , Istinbath, ISSN: 1412 5730, No. 11/Thn. XI/Juni 2013, Urgensi Akhlak  Dalam  Pendidikan Agama Islam, Istinbath, ISSN: 1412 5730,  No. 12/Thn. XI/Desember 2013, Total  Quality Manajemen sebagai Wujud Peningkatan Mutu  Pendidikan, (Saipul A & Dian Safitri (el-Idare, Vol.1. No.2 tahun 2015,Penerapan Metode  Active Learning  Dalam Pembelajaran PAI SD IT Auladi  Palembang, Al-‘Itibar,   ISSN25274546Vol, No.1 2016, Menata Kembali Pesantren sebagai Lembaga Pendidikan Islam Dalam Era Globalisasi  Jurnal  Gema Tarbiyah ISSN 23558873  Vol.4 September 2017.

Masih kata Saipul, selain jurnal di atas ia juga menulis jurnal Respon Masyarakat Terhadap  Sertifikasi Ulama  di Palembang, Jurnal Medina-Te http://jurnal.radenfatah ac.id/index.php/medinate tahun2018, Implementasi  Manajemen Perguruan Tinggi (Studi  Kasus pada PTKIS Kopertais Wilayah VII Sumatera Selatan) ,Jurnal MKSP PGRI  2019, Kepemimpinan Pendidikan dan Mutu Madrasah, jurnal Concencia 2019. “Sebagai insan akademisi, menulis dan penelitian adalah rutinitas. Ini sudah bagian dari kerja akademik seorang dosen,” terangnya.

Adapun buku yang pernah ditulisnya adalah Pedoman Pelaksanaan  Penelitian, (Saipul Annur, P3RF, Desember 2002 ISBN: 9793110-11-2), Buku Metodologi  Penelitian Pendidikan,   Noer Fikri, Palembang   tahun 2018, Ilmu Pendidikan Islam  ( Saipul Annur, 2005, P3RF,ISBN  979-3110-64-3), Manajemen Lembaga Pendidikan Islam ( Saipul Annur, Grafika Tulindo, Palembang 2003, Administrasi Pendidikan ( sebuah Wacana Peningkatan Mutu Pendidikan), Grafika Tulindo, Palembang  tahun, 2008, Pengantar belajar dan Mengajar, Grafika Tulindo, Palembang,  tahun 2008, Psikologi Pendidikan,  Noer Fikri, Palembang   tahun 2018, Editor Buku,  Ketika  Covid 19 Menghantam  Sektor Perbankan, Rafah  tahun 2020, Editor, Dinamika Konflik Sosial  Agraris di Indonesia, Jakad Publishing, Surabaya, tahun 2019 dan Penelitian Tindakan Kelas, Noer Fikri, Palembang   tahun 2015.

Masih kata pria penerima penghargaan Satya Lencana 20 Tahun dari Presiden RI tahun 2018dan Satya Lencana 10 Tahun   dari Presiden  RI tahun 2009 ini, hingga saat ini ia masih aktif menulis. “Saya selalu mendorong kepada mahasiswa untuk aktif menulis karya ilmiah. Karena banyak manfaat yang didapat dari menulis ini,” ujar pria lulusan S3 UIN Raden Fatah Palembang ini. Ia pun pernah meraih Penghargaan  sebagai sarjana teladan Fak.Tarbiyah IAIN Raden Fatah dan Penghargaan  sebagai lulusan  berprestasi tingkat  PPs UIN Rafah.

Selain aktif menulis ia pun disibukan dengan berbagai kegiatan diantaranya Ketua  Yayasan  Annuriyah  Jakabaring    dan pembina ICD (Indonesia Cerdas Desa) OKI  sekarang. Di bidang penelitian tentunya bagian dari rutinitasnya. “Terbaru melakukan penelitian ekspektasi masyarakat terhadap IAIN Raden Fatah Palembang, sebagai Ketua Kelompok, Dana APBNP 2013,” imbuhnya seraya mengatakan, berbicara masalah pendidikan tentunya sangat kompleks. Dunia pendidikan selalu di hadapkan pada tantangan-tantangan. Inilah peran semua pihak untuk terus peduli dalam meningkatkan mutu dan kulitas pendidikan tanah air. (*)

Komentar

News Feed