oleh

Rahmat: Calon Tunggal Bukan Berarti Tak Ada Pelanggaran

PRABUMULIH – Tahapan kampanye Pilkada Serentak sudah memasuki pertengahan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI mewarning agar pengawas pemilu lebih awas dalam melakukan pengawasan.
Apalagi, ditegaskan Komisioner Bawaslu RI, Rahmat Bagja SH LLM, semakin akhir tahapan kampanye biasanya makin banyak ditemukan pelanggaran. Dan menurutnya, meski pilkada Prabumulih hanya diikuti calon tunggal, belum tentu tak ada pelanggaran.
“Kita tekankan agar pengawas pemilu baik itu, Panwaslu, Panwascam hingga PPL untuk meningkatkan kinerjanya dalam pengawasan pemilu untuk menemukan adanya pelanggaran,” terangnya ketika menyampaikan sambutan pada Sosialisasi Penguatan Pemantau Pemilu Calon Tunggal Pilkada Serentak di Aula Hotel Gran Nikita, kemarin (16/4).
Ia juga mengingatkan, sebentar lagi akan memasuki bulan puasa. Kerja pengawas pemilu, tentunya akan lebih berat dalam melakukan pengawasan salah satunya dalam mengawasi kandidat agar tidak berkampanye di masjid.
“Jika terjadi, kampanye di masjid dikategori pelanggaran. Makanya, kita minta ketika puasa pengawasan harus ektra ketat,” ujarnya.
Pihaknya meminta dan mengajak masyarakat, untuk aktif terlibat dalam pengawasan. Apalagi, pengawasan sifatnya partisipatif. Artinya, semua pihak punya hak untuk mengawasi pemilu. Ia juga mengingatkan, supaya tingkat partisipasi pemilu tidak menurun. Dan, pengawas pemilu punya hak untuk ikut melakukan penyuluhan. “Ajak warga datang ke Tempat Pemilihan Suara (TPS), supaya partisipasinya meningkat,” terangnya.
Sambungnya, meski Pilkada Tunggal harus ada persaingan yang sehat antara calon tunggal dan kotak kosong. Apalagi, pemantau mempuyai hak untuk menggugat. Nah, jika terjadinya sengketa pengawas pemilu harus punya data lengkap terkait data pelanggaran. Jangan sampai tidak, karena ini menyangkut legitimasi dan kredibilitas pemantau pemilu. “Kita ingatkan khususnya Panwascam dan PPL, harus ada data terkait pelanggaran pemilu,” tukasnya.
Terpisah, Ketua Panwaslu Herman Julaidi SH menerangkan, kegiatan sosialisasi penguatan pemantauan calon tunggal setidaknya memberikan manfaat. Supaya, bisa terlaksana Pilkada Serentak yang jujur dan adil serta sukses.
“Apalagi, Kota Prabumulih salah satu daerah yang Pilkada serentak calon tunggal. Di samping ada 10 daerah lain yang juga Pilkada calon tunggal,” tambahnya.
Sementara itu, menyinggung soal pemantau pemilu, Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota (Wako), H Richard Chahyadi AP MSi mengakui saat ini belum ada pemantau pemilu. Namun ia yakin nantinya pada waktunya nanti akan ada lembaga-lembaga yang bertindak sebagai pemantau pemilu.
“Meski Pilkada calon tunggal, tetapi pesta demokrasi di kota ini harus benar-benar berjalan. Kita melarang yang namanya golongan putih atau golput. Berkenan pilih petahana, tidak berkenan pilih kotak kosong. Apalagi, target partisipasi pemilih harus diatas 70-80 persen. Apapun hasilnya, Pilkada Serentak masyarakat jangan sampai golput. Sehingga, target partisipasi pemilih bisa terpenuhi,” ucapnya.
Ia menekankan, jangan ada intimitasi dalam Pilkada Serentak calon tunggal. Dan ia mengajak masyarakat, untuk mengawasinya dengan ketat. Supaya, penyelenggaraan Pilkada Serentak calon tunggal berjalan sebagai mestinya. “Tingkat partisipasi pemilih sesuai target, dan pemilu berjalan sukses dan lancar,” pungkasnya. (03)

News Feed