oleh

Pura-Pura Pinjam Motor, Edi Jangkung Bawa Kabur

-Ringkus-375 views

 
PRABUMULIH – Berpura-pura meminjam sepeda motor Honda Sonic 150 R warna hitam milik korbannya, Apriansyah (19) warga Jalan Patra RT 2/RW 3 Kelurahan Majasari, Kecamatan Prabumulih Selatan dengan alasan mau mengambil uang pada 31 Januari silam di Lapangan Sepak Bola Kelurahan Cambai, Kecamatan Cambai.
 
Edi Jangkung yang memiliki nama lengkap Edi Heriyanto (36), warga Desa Air Hitam, Kecamatan Penukal Abab, Kabupaten PALI malah membawa kaburnya. Sehingga, korbannya mengalami kerugian Rp 6 juta.
 
Ia pun dilaporkan korbannya dalam LP / B / 08  / ll / 2019 / SUMSEL / PBM / SEK CAMBAI, tertanggal 02 Februari 2019. Setelah melakukan lidik, usai menerima laporan korban.
 
Tim Gurita Polres Prabumulih berhasil meringkus Edi Jangkung, Selasa dini hari (18/2), sekitar pukul 04.00 WIB di sebuah Pondok di Kelurahan Sungai Medang, Kecamatan Cambai.
 
Ketika ditangkap petugas, tersangka tidak bisa mengelak dan mengakui perbuatannya sebagai pelaku penggelapan sepeda motor milik korbannya. Bukan hanya, tersangka yang ditangkapkan tetapi barang bukti sepeda motor digelapkan juga berhasil disita dan diamankan.
 
Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SH SIk MH dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Abdul Rahman SH MH membenarkan adanya penangkapan terhadap tersangka tersebut.
 
“Iya, setelah anggota melakukan lidik. Akhirnya, kasus penggelapan sepeda motor yang dilakukan tersangka Edi Jangkung berhasil diungkap. Tersangka dan barang buktinya berhasil kita tangkap dan disita,” jelasnya kepada koran ini, Selasa (19/2).
 
Kasusnya, sekarang ini tengah melakukan pemeriksaan secara intensif penyidikannya di Polres Prabumulih. “Tersangka sendiri dijerat Pasal 372 KUHP tentang pidana penggelapan. Ancaman pidananya selama 4 tahun penjara,” ujarnya.
 
Sementara itu, Edi Jangkung kepada polisi mengaku, kalau sepeda motor milik korban tersebut dijualkan oleh pelaku ke seseorang berinisial HN di Desa Air Itam PALI sebesar Rp 2 juta lebih. Hingga petugas kepolisian pun masih melakukan pengembangan kasus tersebut.
 
“Kujual motor tuh Rp 2 juta di dusun, duitnyo biasolah untuk foya-foya,” akunya. (03)

News Feed