oleh

Punya 7 Anak dan 13 Cucu

-Metropolis-24 views

//Salah Satu Pasangan Ikut Isbat Nikah

PRABUMULIH – Ada yang unik dalam program isbat nikah diselenggarakan Pemerintah kota (Pemkot) melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Sabtu (17/10/2020).

Ada sepasang kakek dan nenek, yaitu Mat Dollar (60) dan Nurmidah (57), warga Dusun I RW 01/RT 01 Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Prabumulih Timur mengikuti isbat nikah massal gratis diselenggarakan guna menyemarakan HUT Kota ke-19.

Sudah menikah agama, sekitar 46 tahun masih mau meresmikan pernikahannya agar diakui negara dan tercatat. Padahal, pasangan ini sudah memiliki 7 anak dan 13 cucu.

“Saya lega, hampir 46 menikah agama. Akhirnya, resmi secara agama. Menikah pada 1978 silam, masih sulit mengurus nikah resmi. Sehingga, terpaksa nikah agama dulu,” ujar Dolla kepada awak media, usai ikut isbat nikah tersebut.

Sebenarnya, sebut Dolla, tahun lalu sudah mendaftar dan ikut program isbat nikah gratis ini. Tetapi, belum punya kesempatan. “Mau ngurus ke Muara Enim. Makan waktu, dan butuh biaya. Hingga akhirnya, ikut program isbat nikah dan tahun ini akhirnya bisa nikah resmi,” tukasnya.

Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Sumatera Selatan (Sumsel), Drs H Endang Ali Masum SH MH mengapresiasi langkah Pemkot telah melegalkan status pernikahan warganya melalui sidang isbat.

“Karena, pernikahan legal diakui negar. Dan, penting sekali pernikahan agama diakui negara. Untuk memenuhi, dokumen administrasi di Pemerintah,” ujarnya didampingi Ketua Pengadilan Agama (PA) Prabumulih, Masalan Bainon SAg MH.

Harapannya, aku Endang, bisa menjadi agenda di setiap HUT Kota sehingga makin banyak pernikahan agama sebelumnya dilegalkan. “PTA melalui PA, siap mendukung dan menyukseskan program isbat nikah diselenggarakan Pemkot,” akunya.

Meriahkan Isbat Nikah, Wako Undang Tanjidor Menghibur

Sebanyak 347 pasangan mengikuti isbat nikah massal diselenggarakan Pemkot, memeriahkan HUT Kota ke-19 ini.

Di hari pembukaan, Sabtu lalu sebanyak 51 pasang dari Kecamatan Prabumulih Timur diisbat nikahkan. Ada yang menarik, Walikota (Wako) sengaja mengundang grup tanjidor dari kampungnya untuk menghibur peserta isbat nikah.

“Saya ingat waktu nikah dulu bersama ibu (Suryanti Ngesti Rahayu, red), diiringi musik Tanjidor ini,” kenangnya.

Bahkan, ia sempat menduduki dan berfoto di pelamina usai mengikuti dan mengikuti sidang isbat bersama sang istri mengenang masa lalu ketika menikah.

“Di masa pandemi ini, kita harus tetap semangat dan bergembira. Supaya imun tubuh meningkat, dan bisa menangkal Covid-19,” wantinya.

Tahun ini, akunya tidak sebanyak dahulu sekitar 3 ribu pasang isbat nikahkan. Kali ini, hanya 347 pasang. Tetapi, harus lebih banyak. “Tahun depan, kalau dibawah 100 pasang tidak kita selenggarakan lagi. Jika diatas 100 kita gelar kembali isbat nikah untuk membantu masyarakat melegalkan pernikahannya,” tukasnya.

Pantauan koran ini, Pemkot tidak hanya mengratiskan biaya isbat nikah saja. Tetapi, juga memberikan uang transport dan juga sembako serta bingkisan dari BSB bagi semua peserta isbat nikah.

“Hari ini (Sabtu lalu, red), baru 51 pasang. Kita akan tuntaskan 5 hari ke depan, hingga 347 pasang diisbat nikahkan,” tambah Kabag Kesra, Sugiyarto SKM.

Ia pun tidak menampik, adanya pelaminan dan tanjidor memang permintaan Wako, untuk memeriahkan dan menyemarakkan prosesi isbat nikah. “Tanjidor sengaja kita datangkan, untuk menghibur peserta isbat. Minggu, kalau tidak salah 61 pasangan akan diisbatkan,” tutupnya. (03)

 

Komentar

News Feed