oleh

Puluhan Rumah Retak-Retak

PRABUMULIH – Warga di Desa Tanjung Menang Dusun 3 Kecamatan Prabumulih Selatan dirundung masalah. Bangunan rumah mereka mengalami keretakan di sana-sini.
Sayangnya insiden yang sudah terjadi sejak sebulan terakhir belum diketahuin pasti penyebabnya. Namun sejumlah pihak termasuk PT Pertamina mengaku sudah mengecek lokasi kejadian.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, sedikitnya ada sekitar 34 rumah yang mengalami keretakan. Dari puluhan rumah itu, ada empat rumah yang kondisinya paling parah.

“Sekitar tanggal 1 bangun tidur pagi-pagi sudah retak, awalnyo cumo kecil cak garisan tapi lamo-lamo makin besar dan meluas. Dari depan sampai belakang retak galo,” kata Effendi pemilik rumah yang mengalami keretakan paling parah.

Awalnya Effendi mengira kejadian tersebut hanya menimpa rumah yang sudah ditempatinya selama 25 tahun bekalangan tanpa masalah. Tapi ternyata ada sekitar 34 rumah yang juga mengalami hal yang sama. “Oleh takut langsung melapor ke BPD, setelah aku melapor banyak yang melapor ado sekitar 34 rumah, namun yang paling parah sekitar 4 dan paling paran nian rumah aku, ado yang dalam retakannyo lebih dari semeter,” bebernya didampingi Sofeha istrinya.

Karena takut rumahnya ambruk sewaktu-waktu, kini ia bersmaa istri dan anggota keluarga lain harus mengungsi ke rumah kerabat. Tak hanya sekedar bermalam, sejumlah barang berhargapun sudah mulai diangkut. “Sejak mulai retak, istri dan lainnyo sudah mulai minap tempat keluargo. Hari ini (kemarin,red) barang-barang jugo mulai diangkut olehnyo retakan makin parah kagek rumah belah duo,” ucapnya.

Sukur warga lainnya menuturkan, saat ini masyarakat terus dilanda rasa cemas. Apalagi terkadang jika terjadi retakan akan mengeluarkan bunyi seperti memecahkan kulit telur. “Yo takutlah, tedok idak nyenyak nian. Kadang ado suaro meretak cak lagi mecahke kulit telur, kadang idak jugo. Pokoknyo sebarisan dusun 3 ini rato-rato retak,” imbuhnya menuturkan Camat dan perangkat desa serta dari Pertamina sebatas melakukan pengecekan dilapangan.

Lain lagi dialami H M Saleh salah satu pemangku adat Desa Tanjung Menang ini, mengaku rumahnya mengalami keretakan sekitar satu minggu lalu. Ketika itu tutur dia, saat sedang bersantai bersama keluarga, secara tiba-tiba dari dapur terdengar suara ledakan yang sangat dasyat, yang disusul kemudian retakan di sejumlah bagian rumah. “Malam minggu pas hujan deras, kami lagi nonton sekitar jam 9, tibo-tibo ado ledakan kuat nian. Kami sekeluargo terkejut, dijingok kebelakang keramik lah berhamburan,” bebernya.

Bersama warga lainnya, Saleh yang disapa Mak dikampungnya ini berharap agar kiranya sejumlah pihak seperti PT Pertamina turun tangan mencari solusi penyebab kejadian yang membuat takut masyarakat ini. “Kalau bencana ini karena alam, gunung kami dak katek. Pasti ado penyebabnyo dugaan kami itulah karena memang jarak dekat dengan perusahaan Pertamina. Pertamina harus turun nian, jingok kondisi di lapangan kami terus terang idak ngemis nak minta beneri rumah tapi harus ado solusi pasti apo penyebabnyo dan makmani ngatasinyo. Kalau ada salah satu rumah kami ini roboh maka kami akan membakar sp,” tegasnya.

Tak hanya kepada Pertamina selaku perusahaan yang melakukan aktivitas di desa Tanjung Menang. Kepada Pemerintah pun, warga berharap agar kiranya tak tinggal diam dan hanya menjadi penonton. “Harus dimakmanoke kami ini, ini bukan main-main lagi sudah 34 rumah rusak, sumur rusak. Kalau memang bencana alam, apo solusi kami. Sebagian sudah ngungsi, sudah hampir sebulan tapi belum ado upaya apopun,” jelasnya didampingi warga.

Selain masalah rumah yang retak, Saleh menambahkan air sumur bor yang terus mengalir, dan air sumur gali yang menjadi asin juga diduga tak lepas dari aktivitas perusahaan. “Kami tidak mungkin minum air asin, air yang keluar terus dari sumur bor itu harus diatasi,” tukasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari pihak PT Pertamina EP Ubep Limau.

Kesulitan Air Bersih, Baru 2 Hari Dibantu Pertamina

AKIBAT semburan bor yang mengeluarkan pasir dan lumpur berminyak dan berbau, serta air sumur gali yang berubah menjadi asin dan berbau membuat masyarakat desa Tanjung Menang kesulitan air bersih.

Dari penuturan sejumlah warga, beberapa sumur mulai mengalami kerusakan sudah sejak lama yakni sejak sekitar bulan April lalu. Sejumlah sumur yang tak lagi aktif mulai menyeburkan air disertai gelembung.

“Sumur gali yang lah ditimbun lah lamo ngeluarke banyu cak gelembung, dak berenti-berhenti. Sementaro sumur kami yang biaso galak mandi minum jadi asin cak banyu laut, bau. Termasuk banyu dimasjid jugo keno,” kata Jani.

Disampaikan Jani, beberapa sumur bor yang aktif sejak beberapa bulan ini terus mengeluarkan air tanpa henti. “Ngalir terus idak berenti, rasonyo jugo asin. Itu ngalir ke sungai, kami warga idak biso berbuat banyak, baik sumur bor sumur gali milik warga banyak yang rusak,” terangnya.

Oleh sebab itulah jelas dia, saat ini sebagian masyarakat di dusun 3 tengah kesulitan air bersih. “Ado bantuan dari Pertamina, itupun baru beberapo hari ini. Itulah yang kami andalkan untuk minum, tapi kalau mandi make banyu sumur tulah rasonyo idak mandi,” lanjutnya.

Senada disampaikan Erwandi warga yang sumurnya mengalami kerusakan berharap agar ada solusi atas apa yang menimpa masyarakat tersebut. “Sudah lamo sekitar 4 bulan minta samo tetanggo, selain sumur rusak rumah jugo retak-retak baru-baru ini. Kami minta diatasi cepatlah, jangan sampai kami warga ini jadi timbul was-was terus dalam rumah,” tukasnya.

Pantauan koran ini aliran air yang disertai bau dan gelembung terus mengalir dari sumur bor, tak hanya itu sumur milik warga juga terus mengeluarkan gelembung kecil.

PUBLIC Relation Analyst PT Pertamina EP Asset 2, Victorio Chatra Primantara dikonfirmasi terkait retakan dan semburan sumur bor di desa Tanjung Menang Kecamatan Prabumulih Selatan menuturkan pihaknya baru menerima laporan satu minggu lalu.
Karena itulah, kata dia untuk memastikan apakah penyebab dari kejadian yang ada di Tanjung Memang belum bisa dipastikan seperti yang diduga masyarakat akibat aktivitas dari perusahaan pertamina. “Baru seminguan lalu terima laporan, makanya langsung ada bantuan air bersih untuk sementara ini. Kalau tidak ada laporan mau satu bulan lalu atau kapan kita juga tidak tau,” kata Victo.
Disampaikan Victo, setelah menerima laporan tersebut pihaknya langsung menerjunkan tim kelapangan untuk melakukan pemeriksaan. Hanya saja terkait hasilnya, Victo mengaku belum bisa membeberkan. “Teman-teman dilapangan sudah turun, harus dicek dulu sedang dirapatkan juga untuk hasilnya kita menunggu belum bisa. Apakah memang seperti yang diduga warga dari aktivitas kita, kita tunggu hasilnya dari kawan-kawan dilapangan,” imbuhnya.
Hanya saja, Victo mengungkapkan seandainya apa yang terjadi merupakan penyebab dari aktivitas Perusahaan sudah tentu pihaknya tidak akan tinggal diam. “Kalau memang seandainya dari kami, untuk konpensasi pasti ada perhitungan, kerajamsa dengan PU juga. sama seperti sesmik pasti kerajamsa PU semua ada perhitungannya,” tukasnya. (05)

News Feed