oleh

Puluhan Pebalap Liar Diamankan

-Metropolis-491 views

PRABUMULIH – Jajaran Polres Prabumulih mengambil tindakan tegas atas aksi balap liar (bali) yang kian hari kian merasahkan-khususnya di bulan puasa.
Dan kemarin (4/6), jajaran kepolisian yang dipimpin Kabags Ops Polres Prabumulih Kompol Andi Supriadi SH SIk MH melakukan razia besar-besaran terhadap para pebalap liar (pebali). Hasilnya, total ada sekitar 61 pemuda-pemudi yang diduga terlibat balap liar serta 39 orang lain di antaranya yang merupakan penonton aksi balap liar. Tak hanya itu, sedikitnya ada sekitar 60-an kendaraan bermotor yang turut diamankan.
Razia balap liar kali ini adalah salah satu razia terbesar yang pernah dilakukan Polres Prabumulih dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.
“Kalau motornya ada sekitar 61 unit kendaraan motor yang kita lakukan tilang dan kita kandangkan langsung ke Polres saat ini,” tegas Kapolres Prabumulih, AKBP Andes Purwanti SE MM melalui Kabag Ops, Kompol Andi Supriadi SH SIk MH.
Selain dinilai mengganggu ketertiban umum, kata Andi para pengemudinya pun tidak membawa dan memiliki kelengkapan surat kendaraannya seperti SIM dan juga STNK. “Kita terpaksa sekarang melakukan penegakan hukum karena langkah preventif sudah kita lakukan dengan membentuk tim patroli khusus dalam rangka mengantisipasi balapan liar di kota ini,” kata dia.
Menurut Andi, para pebali dapat dijerat dengan Undang-undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. “Dimana dalam UU tersebut disebutkan dengan tempo masa lama tilang pengajuan ke Pengadilan Negeri (PN) Prabumulih bisa selama satu bulan atau akan dapat disidangkan pada tanggal 7 Juli nanti selesai lebaran idul fitri mendatang,” terangnya.
Perwira Akpol yang pernah bertugas sebagai Kasi STNK Subditregident Ditlantas di Polda Sumsel ini lebih lanjut menuturkan, penyitaan puluhan unit sepeda motor milik para pebali itu dilakukan atas dasar pertimbangan diskresi kepolisian yang diatur dalam UU Nomor 2 tahun 2002 tentang Polri.
“Sebab pertimbangan dasar kepentingan umum yang lebih luas, bahwa kegiatan balapan liar itu telah menimbulkan dampak negatif dan meresahkan warga masyarakat. Apalagi saat ini di bulan puasa,” bebernya.
Begitupun terhadap para pembali maupun penonton yang diamankan petugas saat ikut terjaring razia balapan liar kemarin itu. Pria kelahiran Selayar 01 Desember 1981 ini menyampaikan, bahwa juga akan dilakukan pembinaan oleh pihaknya lalu selanjutnya dikembalikan kepada orang tua mereka masing-masing.
“Kita juga imbau kepada para orangtua yang ada di kota ini untuk mengawasi pergaulan anak-anaknya serta mengingatkan mereka (anak-anak, red) untuk tidak melakukan balapan liar. Sebab, hal itu selain membahayakan diri sendiri juga membahayakan para pengguna jalan yang lain,” harapnya.
Ke depan, lanjut Andi, razia terhadap aksi balapan liar ini masih akan terus dilakukan jajarannya hingga benar-benar aksi pembali-pembali jalanan ini tidak ada lagi. “Tujuan kita agar masyarakat, khususnya pengguna jalan tidak terganggu serta member efek jera bagi pebalap liar. Selain itu, Kita pun tidak akan segan untuk menindak para pemuda-pemudi yang masih melakukan balapan liar di jalanan umum di wilayah hukum Polres kita ini,” tandasnya. (Mg03)

News Feed