oleh

Produksi Gas Over Target

-Metropolis-668 views

PRABUMULIH – Di akhir triwulan ketiga ini 2018, PT Pertamina EP Asset 2 yang merupakan salah satu unit kerja PT Pertamina EP telah memproduksi gas sebesar 434.5 mmscfd (million standard cubic feet per day).
Produksi itu sendiri, telah melebihi target sebesar 109% dari target yang telah ditetapkan yakni 402.01 mmscfd. Perolehan produksi tersebut didapat dari kinerja empat field (lapangan) yakni Prabumulih Field, Limau Field, Pendopo Field dan Adera Field.
“Pencapaian produksi gas di wilayah PT Pertamina EP Asset 2, sangat ditunjang oleh pekerjaan-pekerjaan sumuran dan melakukan investasi kompresor secara bertahap untuk memenuhi serapan gas guna memenuhi kebutuhan konsumen, ungkap General Manager (GM) PT Pertamina EP Asset 2, Astri Pujianto dikonfirmasi, kemarin (1/10).
Kata Puji, begitu sapaan akrabnya menerangkan, kegiatan pengeboran sumur baru sangat diperlukan dan harus dilakukan. Untuk tetap bisa mensuplai permintaan konsumen, dan mempertahankan produksi maupun menambah cadangan baru.
“Hingga akhir September 2018, Pertamina EP Asset 2 telah menjalankan enam kegiatan pengeboran sumur eksploitasi. Terdiri dari pengeboran sumur NR-53, TLJ-39INF, NR-58, TLJ-B35, PMB-P23, dan BEL-TGS dari total target WP&B (work program & budget) sebanyak Sembilan sumur pengeboran baru di tahun 2018,” beber pria yang cukup lama bertugas di Jambi.
Lanjut orang nomor satu di PT Pertamina EP Asset 2 menyebutkan, untuk produksi minyak, PT Pertamina EP Asset 2 mencatatkan realisasi year to date (ytd) sebesar 16.929 bopd (barrel oil per day). Angka ini diproyeksikan akan bergerak naik diakhir 2018 menuju angka 17.905 bopd.
“Di akhir triwulan 2018, Pertamina EP Asset 2 akan melakukan speed up program bor, work over (kerja ulang), reparasi, perawatan sumur serta penyelesaian pekerjaan surface Facility (Fasilitas Permukaan) penunjang produksi sumur seperti flowline, dan perbaikan maupun upgrading stasiun pengumpul,” ungkap Puji.
Sebutnya, tantangan utama dari Asset 2 tidak hanya terkait permasalahan utama sumur produksi pada umumnya seperti decline rate (penurunan produksi alamiah) melainkan juga kondisi lapangan yang mature. Menjadi tantangan bukan hanya mature dari reservoir, melainkan juga mature secara peralatan produksi di permukaan.

“Untuk itu, perhatian juga tidak hanya diberikan kepada kondisi di bawah permukaan, namun juga melalui pemeliharaan fasilitas produksi dan pendukung dengan optimal,” terangnya.
Kata dia, PT Pertamina EP Asset 2 merupakan salah satu backbone dari Aset PT Pertamina EP. Secara kinerja, produksi gas dari unit kerja yang secara administratif berada di wilayah Sumatera Selatan ini menyumbang hampir 40% dari total keseluruhan produksi gas PT Pertamina EP.
“Secara finansial, Asset 2 juga mencatatkan kinerja yang positif. Realisasi kinerja keuangan hingga akhir Agustus telah mencapai 78% dari target revenue tahun 2018 yang berada di kisaran $800 juta. Kita juga optimis akan membukukan kinerja finansial di atas 100% untuk 2018,” rincinya.
Sambung Puji, Seluruh pasokan migas di Asset 2 disalurkan untuk pemenuhan konsumsi energi di dalam negeri. Produksi minyak seluruhnya dialirkan melalui pipa dari Pusat Pengumpul Produksi (PPP) di Prabumulih Field dan Adera Field ke Pertamina Refinery Unit III Plaju yang ada di Palembang.
“Sementara itu untuk hasil gas langsung disalurkan ke konsumen yang ada di wilayah Sumbagsel dan Jawa antara lain PT Pupuk Sriwidjaya, PT Elnusa Prima Elektrika, jaringan gas Prabumulih, processing plant PT Perta Samtan Gas, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, serta untuk kebutuhan suplay gas kota konsumsi masyarakat” tukasnya. (03)

News Feed