oleh

Prihatin Protkes Makin Kendor

-Kecamatan-14 views

PRABUMULIH – Penerapan protokol kesehatan saat ini dinilai makin kendor. Betapa tidak, meski tetap patuh menggunakan masker namun keramaian dengan tak menjaga jarak sudah mulai dilanggar.

Nah, hal ini menimbulkan kekhawatiran akan penyebaran Covid-19 yang tak kunjung hilang. “Aktivitas berkerumun mulai marak lagi sekarang, baik di masyarakat, instansi pemerintah dan lainnya sudah mulai banyak mengadakan acara yang diikuti orang ramai,” kata anggota DPRD dari partai Persatuan Bulan Bintang (PBB) Deliani SPd.

Diakuinya, ada banyak keluhan yang diterima terkait kembali marahnya kegiatan yang mengundang keramaian. “Seperti beberapa hari kemarin, ada salah satu acara ramai. Ada yang takut hadir karena ramai yang datang diacara tapi harus hadir. Hal seperti ini, apakah memang tidak bisa diwakilkan,” ujarnya.

Deli menuturkan, mulai bebasnya aktivitas dan kendornya protokol kesehatan berbanding tebalik dengan aktivitas sekolah yang kini dibatasi. “Anak kita di rumah, dengan alasan kesehatan tidak jadi belajar tatap muka. Sementara masyarakat, orang tuannya berkerumunan di luar tanpa jaga jarak. Malah ada yang tak pakai masker. Kan sama saja, tetap kasihan dengan anak bisa tertular. Sementara anak sudah satu semester harus belajar daring, belajar tapi tidak maksimal,” imbuhnya.

Karena itulah, anggota DPRD Komisi I ini berharap baik pemerintah atupun aparat penegak perwako maupun aparat kepolisian tegas menertibkan keramaian. “Kita akui ekonomi harus tetap jalan, dengan patuh protkol. Namun nyatanya , banyak keramaian yang tak lagi mengedepankan itu. Misal acara pernikahan, itu kalau kita perhatikan banyak yang sudah tak pakai masker, ramai berkerumun tamu undangan tak lagi berjarak. Ini perlu ditindak tegas,” harapnya.

Dilanjutkannya, dengan semua pihak patuh protokol kesehatan diharapkan penyebaran Covid-19 bisa ditekan. Dengan begitu anak yang sudah jenuh di rumah sudah bisa kembali bersekolah dengan protokol kesehatan.

“Anak juga daring tidak maksimal, kemarin sudah ada rencana tatap muka tapi aturan tidak mengizinkan karena kondisi kita masih belum aman. Jadi apa salahnya kita buat daerah kita menjadi aman, karena tidak akan ada kemajuan bila anak tetap di rumah,”lanjutnya.

Sejumlah warga juga menyayangkan, banyaknya masyarakat yang tak patuh dengan protokol kesehatan. “Lihat kondangan sudah ramai lagi, acara acara ramai seolah Covid tidak ada. Kita yang patuh protokol menjadi makin ngeri liat sekarang,” kata Fatma salah satu warga Pasar.(08)

Komentar

News Feed