oleh

Pria Berhijab Hukumnya Haram

-Metropolis-610 views

Tidak Ada Istilah “Crosshijabers”

PRABUMULIH – Komunitas “Crosshijabers” kini tengah menghebohkan dunia maya (dumai) alias media sosial (medsos). Hal itu mengundang keprihatinan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ketua MUI, H Ali Aman SAg MM menegaskan, kalau pria memakai hijab hukumnya haram. Dan, ia menerangkan, tidak ada istilah namanya “Crosshijabers” .

“Islam itu jelas dan tegas, tidak ada namanya abu-abu. Hijab atau jilbab, hanya digunakan untuk wanita atau perempuan. Tidak ada dipakai pria atau laki-laki, kalau dipakai artinya menyalahi akidah dan hukumnya sudah jelas haram,” terangnya kepada awak media, Kamis (17/10).

Ali menjelaskan, dalam islam tidak mengenal wanita pria (Waria) atau banci. Ia menegaskan, hanya ada pria atau wanita.

“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka,” sebutnya salah satu hadist. “Artinya, jika laki-laki memakai hijab. Artinya laki-laki tersebut menyerupai perempuan. Dan, itu tidak dibenarkan dalam islam. Sudah jelas, hanya ada laki-laki atau atau perempuan. Islam tidak mengenal banci ataupun waria,” terangnya.

Lanjutnya, sejauh ini MUI sendiri belum mendengar kabar dan mendapatkan informasi terkait keberadaan komunitas “Crosshijabers” di Kota Nanas ini.

“Namun demikian, patut kita waspadai. Sehingga, tidak jauh berkembang di Prabumulih. Hendaknya, ini menjadi perhatian serius semua pihak,” tukasnya.

Ia mengimbau, jika nantinya terdeteksi adanya komunitas ini. Jelas pihaknya, tidak akan tinggal diam dan berkomunikasi dengan pihak terkait untuk menyikapinya.

“Kita kordinasi dengan sejumlah pihak, karena tidak ada namanya “Crosshijabers”,” pungkasnya. (03)

Komentar

News Feed