oleh

Presiden Beri Tambahan Bonus Rp 200 Juta

JAKARTA – Euforia Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Indonesia yang berhasil meraih gelar juara Piala AFF U-22 2019 di Kamboja hingga Kamis (28/2) kemarin masih sangat kental terasa oleh masyarakat Indonesia khususnya warga Ibu Kota Jakarta.

Bagaimana tidak, setelah tiba di Tanah Air pada Rabu (27/2) malam kemarin, sekitar pukul 08.00 WIB, Kamis (28/2) kemarin, skuad Garuda Muda langsung diarak menggunakan bus terbuka dengan start dari Hotel Sultan- mengelilingi kawasan SUGBK mengarah Jalan Sudirman-Thamrin- Bunderan Hotel Indonesia dan finish di Istana Negara, Jakarta untuk menemui Presiden RI Joko Widodo.

Dalam arak-arakan tersebut, beberapa pengendara Motor Gede (Moge) Harley Davidson mengawal pawai kemenangan Timnas Indonesia U-22 tersebut. Tak ketinggalan, arak-arakan itu juga mendapat pengawalan dari puluhan polisi yang menggunakan sepeda motor.

Menggunakan bus double decker milik klub Persija Jakarta, Witan Sulaiman dan kawan-kawan itu mendapat sambutan hangat dari para masyarakat pengguna jalan serta karyawan kantor yang menyempatkan diri untuk sekadar melambaikan tangan kepada para skuad Garuda Muda tesebut.

Sambutan hangat yang sangat luar biasa dari masyarakat Indonesia ini membuat para penggawa Timnas Indonesia U-22 merasa bangga. Tak terkecuali para pemain juga mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang menggagas acara pawai kemenangan tersebut.

“Alhamdulillah kami sangat senang. Tentu ada perasaan bangga dan bersyukur karena perjuangan kita mendapatkan apresiasi dari pemerintah dan negara. Saya ucapkan terima kasih untuk semuanya termasuk masyarakat Indonesia,” tutur pemain Timnas Indonesia U-22 Sani Rizki Fauzi.

Namun sayang, pawai kemenangan yang diselenggarakan demi membuat motivasi atlet-atlet Indonesia lainnya itu banyak menuai pro dan kontra. Ya, ada yang mendukung karena hal tersebut sebagai bentuk apresiasi dan ada juga yang menolak karena menilai pawai kemenangan itu berlebihan.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga, Gatot Dewa Broto mengatakan arak-arakan Timnas Indonesia U-22 itu bukan-lah sesuatu yang berlebihan. Menurutnya, tujuan utama pawai kemenangan itu tidak lain agar seluruh atlet Indonesia termotivasi untuk menjadi juara. Ia juga mengatakan, hal ini juga sebagai bentuk apresiasi pemerintah kepada para insan olahraga yang berprestasi.

“Walaupun ini kelasnya hanya Asia Tenggara, tapi yang utama bahwa ini adalah bentuk apresiasi dari pemerintah. Ini bukan sesuatu yang berlebihan,” tutur Gatot. “Selain itu, tujuan lainnya adalah menginspirasi (atlet lainnya) kalau inigin mendapat apresiasi seperti ini, ya harus juara. Kalau tidak juara, tak mungkin pemerintah akan memfasilitasi seperti ini,” sambung Gatot.

Meski demikian, Gatot mengaku pihaknya meminta maaf, khususnya bagi pengguna jalan, jika pawai kemenangan ini membuat sejumlah ruas di pusat kota menjadi macet. Menurutnya, pawai kemenangan yang digelar pada Kamis (28/2) kemarin dipilih karena untuk memberi waktu istirahat bagi para pemain yang akan menghadapi kompetisi selanjutnya.
“Kami atas nama pemerintah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat di sekitar Sudirman hingga MH Thamrin karena terjadi kemacetan. Kenapa hari ini kita pilih dan tidak hari Minggu? Karena mereka juga butuh istirahat. Menurut ‘coach’ Indra, mereka akan ikut penyisihan Piala Asia,” terang Gatot.

Setelah memutari rute yang sudah ditentukan, akhirnya rombongan Tim Garuda Muda tiba di kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 09.30 WIB. Bus dan mobil yang digunakan rombongan timnas terparkir di dalam Istana Negara. Pelatih dan pemain terlihat turun dari bus tingkat yang disediakan Pemprov DKI.

Selang beberapa saat, Presiden RI, Joko Widodo yang terlihat menggunakan batik menerima serta menyalami seluruh pemain dan pelatih di beranda belakang Istana Merdeka. Tak ketinggalan, dalam pertemuan itu juga dihadiri Menpora Imam Nahrawi, Seskab Pramono Anung, serta beberapa pengurus PSSI.

“Terima kasih Bapak Presiden telah menerima Timnas Indonesia U-22 yang berhasil meraih gelar juara Piala AFF di Kamboja. Tentu kita patut beryukur karena anak-anak kita ini bermain sangat gemilang tanpa menyerah dan membuktikan bahwa kita bangsa Indonesia bisa mengalahkan dan telah membuktikan,” tutur Imam mengawali kehadiran Timnas ke Istana Negara.

Setelah ini aka ada beberapa agenda lainnya yang sudah disiapkan untuk TImnas Indonesia U-22 salah satunya adalah menyongsong Piala AFC dan SEA Games 2019,” sambung Imam Nahrawi.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo sangat mengapresiasi keberhasilan Timnas Indonesia. Ia mengharapkan Marinus dkk betul-betul bisa menjaga semangat kemenangan ini dan jangan sampai redup di depannya.

“Saya dan seluruh rakyat Indonesia merasa sangat bangga sekali atas prestasi dari generasi baru sepakbola Indonesia, dan diharapkan kebangkitan sepakbola Indonesia dimulai dari titik ini,” ujar Presiden yang akrab disapa Jokowi itu.

“AFF sudah, kita harapkan nanti yang AFC juga dapat. Nanti lagi diakhir tahun SEA Games juga. Saya kira arahnya ke sana. Saya senang sekali melihat prestasi ini. Bawa semangat ini, jangan sampai redup sehingga prestasi betul-betul menjadi sebuah arah baru, generasi baru kebangkitan sepakbola Indonesia,” sambung Jokowi.

Selain itu, Presiden Jokowi juga memberikan tambahan bonus Rp 200 juta kepada kepada masing-masing pemain, pelatih, beserta jajarannya. “Dari saya masing-masing Rp 200 juta. Ini pelatih sama asisten pelatih juga dapat, dokternya juga dapat,” tutur Jokowi.

Menanggapi hal itu salah satu pemain penentu kemenangan Indonesia di final Piala AFF U-22 lewat gol-nya, Osvaldo Haay menyampiakan rasa terima kasihnya atas apresiasi yang diberikan oleh pemerintah tersebut.

“Pertama saya dan teman-teman ingin mengucapkan rasa terima kasih karena sudah diapresiasi. Semua adalah kerja keras. Ini menjadi motivasi bagi kami dan teman-teman sepakbola Indonesia, ujar Osvaldo.

Dalam kesempatan tersebut, pemain yang berposisi sebagai sayap kanan Garuda Muda itu juga menyampaikan beberapa harapan kepada orang nomor satu di Indonesia itu. “Harapannya mungkin ada teman-teman yang ingin jadi polisi, PNS, dan kalau dari saya pribadi, saya ingin ada kuliah. Mugkin (ada) rekomendasi, karena sudah meninggalkan kuliah lama. Kalau bisa PNS,” harap Osvaldo sambil tertawa.

Seperti diketahui, Timnas Indonesia U-22 sukses meraih gelar juara Piala AFF U-22 2019. Kepastian itu didapat usai skuad Garuda Muda berhasil membungkam Thailand di babak final dengan skor 2-1.(gie/fin/wsa)

News Feed