oleh

PRABUMULIH TAK MEMILIKI ARSIP SEJARAH

-Kecamatan-92 views
  • Pemkot Punya PR Besar

  • Harus Bentuk Tim Khusus

OKTOBER 2020 mendatang, Kota Prabumulih akan menginjak usia ke -19 tahun. Pembangunan di Kota Prabumulih sejak memisahkan diri dengan Muara Enim begitu pesat.

Dan jauh sebelum itu, terdapat banyak kisah dan sejarah Kota Prabumulih yang kini tak banyak diketahui oleh khalayak ramai terutama anak muda.

Sebagai contoh kecil, asal usul nama Kota Prabumulih yang dulunya bernama Uleh Pehabung – Prabuna Mulih – Pehabung Uleh hingga menjadi Prabumulih dan berpusat di balai adat tak banyak diketahui.

Belum lagi, terdapat banyak tokoh yang begitu berjasa untuk Kota Prabumulih. Namun lagi-lagi belum ada satupun diantara tokoh tersebut yang namanya tercatat secara resmi dalam arsip sejarah daerah Prabumulih.

Caption: H Erwansyah SH MM

Padahal asal usul daerah, termasuk sejumlah sejarah yang ada di Kota Prabumulih dinilai perlu untuk dilestarikan dan diperkenalkan kepada masyarakat dengan memberikan informasi konkret dengan membuat arsip sejarah Prabumulih. “Sebetulnya hal ini sudah menjadi keharusan dan mendesak. Sehingga generasi sekarang tidak buta akan jati dirinya, tidak melupakan sejarah peradaban, budaya,” kata H Erwansyah SH MM salah satu tokoh di Kota Prabumulih.

Tak hanya harus mengetahui, budaya dan sejarah peradaban. Masyarakat khususnya generasi muda dan generasi penerus Kota Prabumulih harus mengenal dan mengetahui siapa saja yang bersaja untuk Kota Prabumulih. “Sejak Prabumulih masih sebuah daerah kecil sampai menjadi Kota Prabumulih seperti sekarang ini, ada banyak orang-orang yang telah berjasa mengisi pembangunan daerahnya, generasi sekarang harus tau itu,” tuturnya.

Erwansyah yang pernah mempopulerkan lagu payu ciptaan Usman Urha tahun 2018 ini menuturkan, pemerintah kota Prabumulih memiliki PR besar memperkenalkan dan mengarsipkan sejarah budaya serta orang-orang yang telah berjasa untuk Kota Prabumulih. Karena itulah menurutnya pemkot perlu membentuk tim khusus.

“Ini PR mendesak bagi pemerintah, jika perlu Pemkot membentuk satu tim khusus yang mmg bertugas untuk mencari, mengumpulkan dan menyajikannya dalam bentuk data lengkap. Sehingga ketika kita memerlukan sebuah nama untuk nama jalan, nama gedung atau nama RS kita sudah memiliki referensi terpecaya dan terverifikasi bersumber data akurat mengena orang-orang yang berjasa untuk kota Prabumulih dari masa ke masa,” terangnya.

Menurut pria yang pernah menjabat anggota DPRD Kota Prabumulih selama 3 periode ini, siapapun orang yang telah berjasa untuk Kota Prabumulih layak untuk dikenang ataupun bila memang memiliki histori atau sejarah layak untuk diarsipkan. “Jangan kita terkotak-kotak dengan pemikiran sempit, bahwa harus putra asli Prabumulih yg dikenang. Siapapun asal dia telah memberikan kontribusi nyata untuk Prabumulih,” tegasnya.

Nah, terkait keberadaan balai adat yang merupakan lokasi cikal bakal berdirinya Kota Prabumulih. Menurut Erwansyah, keberadaan balai adat di dusun Prabumulih haruslah difungsikan maksimal. Tak salah kata dia, bila balai adat dijadikan museum sejarah ataupun cagar budaya.

“Sudah sepantasnya Prabumulih memiliki musium adat budaya. Dan juga museum sejarah pembangunan, yang berisi perkembangan pembanganun dan perjuangan para tokoh yang telah menjabat dan berjasa utk kota Prabumulih. Baik itu putra Prabumulih maupun bukan yang telah mengabdi untuk kemajuan Prabumulih,” tukasnya.(08)

 

 

 

Komentar

News Feed