oleh

Prabumulih Rentan Rawan Pangan

-Ekonomi-215 views

SUDIRMAN – Harga beras belakangan mengalami perubahan. Penyebabnya diduga bukan karena perubahan harga beras, namun akibat menghilangnya beras medium di pasaran.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Prabumulih, Junaidi SIP mengatakan, saat ini stok beras memang mencukupi. Namun stok yang tersedia sebagian besar adalah beras premium yang harganya lebih tinggi ketimbang beras medium.
“Menurut Informasi yang didapat dilapangan, saat ini beras yang tersedia hanya jenis premium, memang harga beras dinilai mahal karena kualitasnya berbeda dengan beras jenis medium. Karena itu sebagian masyarakat terkejut karena perubahan harga padahal perubahan jenis beras yang dikonsumsinya,” jelasnya usai memantau harga kebutuhan pokok di sejumlah pedagang dan agen kemarin (13/11).
Sementara Kepala Bidang Perdagangan, Idris menambahkan, harga beras memang mengalami sedikit kenaikan namun saat ini hal tersebut tak mempengaruhi harga barang yang lainnya. Seperti minyak goreng, tepung dan gula masih harga tetap, hal ini sudah dipastikan hari hasil pantauan di lapangan.
“Stok beras yang banyak kita loihat di beberapa Toko hanya ada beras premium jenis raja dan Topi koki, sedangkan jenis lain seperti Rangkong sepat sedang tidak produksi. Tapi jumlah stok cukup meski harga tinggi,” tandasnya.
Terpisah Kepala Dinas Pertanian Prabumulih, Drs SYamsurizal SIP MSi mengatakan, Kota Prabumulih memang rentan mengalami rawan pangan. Karena bukan daerah penghasil beras. Karena itu perlu dilakukan pemantauan berkesinambungan untuk mengetahui ketersediaan pangan.
“Memang ada perubahan harga namun karena perubahan kualitas beras juga, saat ini kekosongan beras medium karena daerah penghasil beras sedang gagal panen sehingga beras jenis medium kosong di pasaran. Di Belitang Insya Allah baru akan panen bulan Januari mendatang, tapi Alhamdulillah untuk ketersediaan masih aman,” tandasnya. (03)

News Feed