oleh

Prabumulih Masih Kekurangan Guru dan Pengawas PAI

PRABUMULIH – Guru dan pengawas mata pelajaran pendidikan agama Islam di Kota Prabumulih belum terpenuhi. Hal ini seperti dituturkan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama kota Prabumulih melalui Kasi Pendidikan Agama dan keagamaan Islam (Pakis), H Shafrani MPd Jumat, 5/7.

Menurutnya saat ini beberapa sekolah terutama tingkat dasar (SD) masih ada yang belum memiliki guru Pegawai Negeri sipil (PNS) untuk mata pelajaran PAI. Sedangkan penerimaan tahun ini hanya terdata 12 orang untuk mata pelajaran PAI, itupun penyebarannya terbilang belum merata karena masih ada yang belum memiliki guru mata pelajaran PAI sama sekali.

“Masih ada beberapa SD yang belum memiliki guru PAI yang statusnya pegawai negeri, selain ada yang sudah memasuki masa pensiun ada juga beberapa guru yang mengajukan mutasi ke sekolah lain. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan mata pelajaran PAI sekolah memanfaatkan tenaga honorer,” jelasnya.

Kondisi saat ini jumlah Guru Agama di Sekolah Umum baik Pegawai negeri maupun non pegawai negeri berjumlah kisaran 250 orang. Jumlah tersebut ada yang sudah sertifikasi sebanyak 107 statusnya PNS, dan PNS belum sertivikasi 36 orang. Guru non PNS 100 orang, guruu sertifikasi non PNS 12 orang dan infasing setara golongan IIIc 1 orang.

“Dari sebanyak 100 orang guru non PNS yang belum tersertifikasi, beberapa diantaranya segera mendapatkan status infasing. Sekarang menunggu SK penetapan angka kredit infasing dari Jakarta. Yang mengeluarkan SK infasing adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meski begitu, dana sertifikasi Kementerian Agama yang bayarnya,” bebernya.

Sementara untuk pengawasan Mata pelajaran PAI di Kota Prabumulih hanya ada 4 orang pengawas, jumlah tersebut hanya 2 orang pengawas SD dan 2 orang pengawas Sekolah Menengah. Untuk memenuhi kebutuhan kekurangan tersebut, pria ini berharap agar Pemerintah Kota Prabumulih bekerjasama dengan pihak Kementerian Agama dapat melakukan perekrutan pengawas Agama.

Karena kekosongan pengawas mata pelajaran PAI ini sudah terjadi sejak lama. Sedangkan kebutuhan sangat penting untuk mengontrol pelaksanaan kegiatan keagamaan dan mata pelajaran PAI apalagi untuk mendukung program pemerintah kota Prabumulih yang bertujuan menuntaskan buta aksara Arab dan baca tulis Alquran (BTA).

” idealnya sebenarnya maksimal 1 pengawas itu berbanding 60 orang guru. Keadaan ini sudah terjadi sejak lama, mudah mudahan dalam waktu dekat ada perekrutan penambahan jumlah pengawas PAI,” harapnya. (05)

Jumlah guru PAI di Kota Prabumulih

PNS Sertifikasi 105 orang
PNS non sertifikasi 36 orang
Non PNS Sertifikasi 12 orang
Non PNS belum Sertifkasi 100 orang
Calon pegawai tetap atau cpns 12 orang

Sumber Kasi Pais Kementerian Agama Kota Prabumulih, H Shafrani MPd

Komentar

News Feed