oleh

Prabumulih Kembali Pertahankan Adipura Ketujuh Kali

PRABUMULIH – Piala adipura, akhirnya setelah penantian panjang bisa dipertahankan kembali Prabumulih untuk ketujuh kalinya. Prabumulih sendiri, sudah menerima piala adipura sejak 2012 silam.

Penilaian adipura sendiri, diberikan KLH kepada kabupateb/kota sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Setiap tahun, setiap kabupaten/kota masuk kategori dinilai untuk meraih adipura.

Penyerahan piala adipura tersebut bakal diserahkan Senin ini (14/1), di Jakarta oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya kepada kota yang menerimanya. Informasi dihimpun koran ini, Wakil Walikota (Wawako), H Andriansyah Fikri yang berangkat menerima piala adipura ketujuh kalinya tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Ir Hj Dwi Koryana menyebutkan, kalau piala adipura yang diterima hasil penilaian pada 2018 silam. Kata dia, pada 2019 ini penilaian berubah dan tidak akan seperti pada 2018.

“Alhamdulillah, piala adipura untuk ketujuh kalinya berhasil kita pertahankan kembali. Senin ini (hari ini, red) diserahkan, Pak Wawako berangkat akan menerimanya. Ini kebanggaan bagi masyarakat Bumi Seinggok Sepemuyian ini!,” ujar Dwi dikonfirmasi koran ini, kemarin (13/1).

Dwi mengatakan, kalau 2019 fokus penilaian adipura yaitu pengelolaan sampah. Menurutnya, khususnya penanganan pengelolaan sampah masuk kebijakan daerah mengurangi sampah, salah satunya penggunaan kantong plastik.

“Kebijakan strategis penanganan pengolahan sampah, kalau 2018 diperhatikan keindahan dan keteduhan. Ini harus menjadi kebijakan prioritas kepala daerah, seperti menerbitkan peraturan walikota (perwako) ataupun peraturan daerah (perwako),” sebutnya.

Ungkapnya, ada perwako atau perda bisa memberikan sanksi dan efek jera kepada masyarakat. Jika membuang sampah sembarangan, tidak mengelola secara baik.

“Denda ini, dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Tidak membuang sampah sembarang, dan membuang sampah pada tempatnya,” jelasnya.

Lanjutnya, tidak hanya menambah unit-unit pengelolaan sampah di masyarakat. Begitu juga, masyarakat harus berperan aktif dalam pengelolaan sampah sejak awal.

“Tidak buang sampah sembarangan, sampah tersebut diolah supaya bisa menjadi barang berguna. Termasuk, penggunaan kantong plastik. Makanya, diimbau membawa kantong sendiri. Bukan mengandalkan, kantong plastik dari Pasar ataupun Minimarket,” pesannya.

Lanjutnya, perubahan perubahan penilaian ini jelas menjadi tantangan tersendiri, untuk kembali mempertahankan kembali adipura pada 2019 ini. “Agar itu bisa tercapai, jelas dukungan seluruh masyarakat Kota Nanas dan stake holder dibutuhkan,” bebernya.

Kata dia, program tersebut diharapkan bisa mengurangi sampah. Baik, sampah organik dan sampah non organik. Khususnya, sampah plastik. “Karena sampah, khususnya sampah plastik kalau tidak dikelola dengan benar bisa merusak lingkungan,” pungkasnya. (03)

News Feed