oleh

Prabumulih Kekurangan Dokter

PRABUMULIH – Jumlah tenaga medis di Prabumulih masih minim. Terutama tenaga dokter yang tersebar di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).
Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Prabumulih, dr Happy Tedjo mengatakan, saat ini Pemkot Prabumulih hanya memiliki 15 dokter umum dari delapan Puskesmas yang ada.
“Seharusnya kita (Dinkes) memiliki minimal 21 tenaga dokter umum, untuk seluruh Puskesmas yang ada,” terangnya kemarin(16/10).
Tak hanya kurang tenaga dokter umum, sambungnya, Dinas Kesehatan pun juga kekurangan dokter gigi.
“Sekarang dokter gigi kita hanya 6 orang, yang seharusnya dengan Puskesmas kita yang ada saat ini minimal ada 10 dokter gigi,” ungkap dr Tedjo sapaan akrabnya seraya menyebutkan untuk dokter gigi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) itu berlebih sebenarnya.
Diakuinya, untuk tenaga kesehatan khususnya tenaga dokter di Dinas Kesehatan masih kekurangan. Terlebih dokter spesialis itu masih banyak kurang.
“Seperti dokter spesialis Jiwa, Patologi Klinik, dan dokter gigi dengan spesialis bedah mulut, itu kita kurang semua,” bebernya.
Dokter spesialis yang ada saat ini diantaranya dokter spesialis Anak, dokter spesialis Penyakit Dalam. “Serta dokter spesialis Kebidanan dan Kandungan, dokter spesialis bedah umum, dokter spesialis bedah tulang, dan dokter spesialis Mata. Lalu dokter spesialis rehabilitasi medik, dokter spesialis radiologi, dokter spesialis THT, kemudian terakhir dokter spesialis Syaraf,” pungkasnya seraya menyebutkan untuk salah satu dokter spesialis bahkan pihaknya mendatangkan dari luar kota Prabumulih dalam kurun waktu satu minggu.
Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Hery Mirhan menambahkan, untuk jumlah pelamar CPNS dengan tenaga kesehatan berjumlah 1.642 orang dari formasi tenaga kesehatan yang disediakan berjumlah 74 orang. “Sedangkan, tenaga kesehatan yang tidak terisi yakni tenaga kesehatan dokter spesialis anak, dari 1 formasi yang disediakan,” tukasnya.

Jadikan Rumah Sebagai RS
Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya benar serius merealisasikan janjinya, mewujudkan layanan kesehatan Home Care atau door to door bagi masyarakat tahun depan.
Salah satu upayanya, Pemerintah kota (Pemkot) bakal mengirimkan 12 dokter ke Makasar, Sulawesi Selatan ( Sulsel) belajar tentang layanan tersebut.
“Jika layanan Home Care terwujud, rumah menjadi rumah sakit (RS). Sehingga, masyarakat hanya perlu dirawat di rumah dan dokter tinggal datang memberikan pelayanan,” jelas Ridho, begitu sapaan akrabnya, kemarin (16/10).
Sambungnya, selain warga tak perlu ke RS berobat. Banyak diuntungkan adanya layanan tersebut, seperti dokter akan mendapat tunjangan atau tambahan uang dari visit tersebut.
“Menambah lowongan pekerjaan bagi perawat, lantaran layanan Home Care dilakukan dokter bersama perawat sebaga tenaga medis,” ucap suami Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu ini.
Kata ayah tiga anak ini, kecuali masyarakat sakit parah baru dibawah ke RS. Ia sendiri telah menyiapkan anggaran, untuk merealisasikannya pada 2019.
“Kita siap sarana dan prasarana pendukungnya, supaya program layanan Home Care bisa benar-benar dirasakan masyarakat kota ini,” tandasnya. (01/03)

News Feed