oleh

Prabumulih Bakal Steril Angkutan Batubara

-Metropolis-375 views

PRABUMULIH – Lalu lalang truk angkutan batubara menjadi sorotan. Pemrov Sumsel pun turun tangan. Ini ditandai pencabutan peraturan gubernur (pergub) soal izin angkutan batubara melintas di jalan umum pada 8 Nopember ini.
Pencabutan pergub itu dilakukan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Herman Deru SH MM melalui Sekretaris Daerah (Sekda), H Nasrun Umar SH MH.
Dengan demikian terhitung tanggal ditetapkan, tidak ada lagi angkutan batubara melintasi jalan umum. Kecuali, Jalan Servo merupakan jalanan khusus angkutan batubara.
“Tinggal kita tunggu actionnya saja,” ucap Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM kemarin (11/6). Jika pergub itu diberlakukan, artinya Prabumulih akan steril dilintasi angkutan batubara.
“Apalagi, masalah angkutan batubara ini merupakan janji politik gubernur di massa kampanye. Tinggal kita tunggu realisasi dan actionnya saja,” ucap Ridho.
Orang nomor satu di Kota Nanas ini mengatakan, distop angkutan batubara di jalan umum. Khususnya, jalan Prabumulih. Jelas akan memberikan dampak positif, sehingga jalan Prabumulih tidak hancur dan rusak.
Lalu, warga tidak perlu khawatir masalah debu. Selain itu, prilaku sopir batubara yang ugal-ugalan, kecelakaan lalu lintas disebabkannya, dan lain-lainnya. “Warga kita tidak akan lagi mengeluh masalah angkutan batubara,” akunya.
Lanjutnya, dampak melintasnya angkutan batubara sudah sangat dirasakan masyarakat Bumi Seinggok Sepemuyian ini.
“Kita tidak perlu lagi menerjunkan petugas, untuk menghalau angkutan batubara agar tidak melintas. Khususnya, di jalan dalam kota lagi,” pungkasnya.
Sambungnya, kata Ridho, seiring dengan penolakannya sejak lama terkait eksplorasi atau penambangan batubara khususnya di Kota Prabumulih.
“Bukan hanya mobil angkutan batubara saja yang memberikan dampak negative, tetapi jelas penambangannya juga. Makanya, kita larang agar Prabumulih tidak menjadi lokasi tambang sejak dahulu,” tandasnya.
Tidak hanya itu, penghalauan angkutan batubara. Ia telah menerjunkan petugas di lapangan, supaya angkutan batubara tidak melintas di dalam kota ini.
“Bahkan, partisipasi masyarakat atau warga mengeluhkan angkutan batubara melintas selama ini juga telah kita lakukan,” ucapnya.
Kadishub, Drs Mulyadi Musa MSi menambahkan, soal pelarangan angkutan batubara melintas tersebut menunggu edarannya.
“Nanti kalau edarannya sudah ditangan kita, akan kita pelajari dan kaji dahulu, selain itu berkordinasi dengan instansi terkait,” bebernya.
Termasuk, kata di berkordinasi dengan Dishub Provinsi teknis pelarangan angkutan batubara di jalan umum. “Pak Wako juga akan kordinasikan terkait surat edaran tersebut,” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Drs H Zulkarnain merespon positif kebijakan tersebut. Ia sendiri akan mendukungnya, apalagi selama ini keberadaan angkutan batubara di jalan umum cukup merepotkan.
“Saya senang sekali Guburnur mengeluarkan kebijakan tersebut. Apalagi, sudah ada jalan khusus, angkutan batubara selayaknya melintas di Jalan Servo tersebut,” ujarnya.
Jenderal bintang dua mengatakan, sudah sejak lama mendukung kebijakan itu. Apalagi, sudah sejak lama menimbulkan keperihatinkan. “Pengusaha batubara mendapatkan keuntungkan, kok memanfaatkan jalan umum dan membuatnya rusak,” pungkasnya. (03)

News Feed