oleh

PNS Bagian Perlengkapan Dicokok Polisi. Diduga Terlibat Pengerusakan di PEP Asset 2

PRABUMULIH – Sempat masuk daftar pencarian orang (DPO) Polres Prabumulih, AN, inisial, oknum pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah kota (Pemkot) yang berdinas di Bagian Perlengkapan Setda, Jumat (19/7), sekitar pukul 09.00 WIB ketika hendak absen dicokok petugas Polres Prabumulih.

AN sendiri, informasinya diduga terlibat pengrusakan di lingkungan PT Pertamina EP (PEP) Asset 2 dan telah dilaporkan perusahaan kepada pihak kepolisian, yaitu Polres Prabumulih. AN sendiri, sudah dijebloskan ke penjara. Dan kasusnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari), serta sudah berstatus tahanan Kejari. Sekarang ini, ia sudah dititipkan di Rutan Kelas IIB, untuk menunggu penyerahan atau pelimpahan kasusnya ke Pengadilan Negeri (PN) untuk segera disidangkan.

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIk MH dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, AKP Abdul Rahman SH membenarkan penangkapan DPO, AN tersebut. “Tersangka sudah kita serahkan ke JPU berikut barang bukti (BB)-nya,” sebut Rahman, Selasa (23/7). Lanjutnya, kewenangannya sekarang ini ditangan Kejari. Ia menyarankan, untuk jelasnya bertanya ke Kejari secara langsung. “Semua berkasnya sudah dilimpahkan ke Kejari,” bebernya.

Terpisah, Kejaksaan (Kejari), M Husein Atmaja SH MH melalui Kasi Pidum, Yayan Indriana SH dikonfirmasi juga membenarkan, kalau tersangka AN sudah diserahkan kepada pihaknya. “Kemarin sempat DPO Polres Prabumulih, sudah ditangkap Jumat lalu. Dan, pelimpahan tahap II tersangkanya sudah diserahkan kepada kita. Sekarang, sudah menjadi tahanan kita dan dititipkan di Rutan Kelas IIB untuk sementara,” ucapnya.

Hal itu, akunya menunggu pelimpahan berkas perkara ke PN, untuk menunggu jadwal persidangan kasus dugaan perusakan dilakukan AN di PEP Asset 2. “Kalau sudah dilimpahkan berkasnya ke PN, menunggu jadwal persidangan,” pungkasnya. Nara sumber terpercaya di lingkungan Pemkot juga membenarkan, AN merupakan PNS, mantan supir Rumdin di era Walikota, DR Drs H Rachman Djalili MM dijemput paksa pihak kepolisian karena terlibat kasus pengrusakan di PEP Asset 2.

“Bukan AN di Bagian Umum. Tetapi, AN, PNS di Bagian Perlengkapan ditangkap polisi, waktu Jumat pagi ia hendak absen,” ucapnya meminta namanya tidak disebutkan. “Iya, dulu AN pernah ikut jadi supir di Rumdin Wako. Setelah tidak lagi, berdinas di Bagian Perlengkapan memang. Informasi penangkapannya terkait pengrusakan di PEP Asset 2, beberapa waktu lalu,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB, Reza Mediansyah Purnama AMd IP SH melalui Kasubsi Peltah, Yusup SH juga mengiyakan, kalau AN kini sudah berada di Rutannya sebagai tahanan titipan Kejari. “Iya, Senin tadi diserahkan Kejari ke kita. Sebagai tahanan titipan. Betul, AN berstatus PNS,” ucapnya. Sambungnya, AN dari data dimilikinya terlibat Pasal 160 KUHP tentang penghasutan. “Bukan masalah pengrusakan, kasus membelitnya masalah penghasutan,” rincinya. (03)

Komentar

News Feed