oleh

PLN Masih Kerja Keras Normalkan Listrik Anyer dan Lampung

JAKARTA – Tiga hari pascabencana tsunami di Pandeglang, Banten dan Lampung Selatan, tim petugas PLN (Persero) sampai hari ini masih terus bekerja keras untuk memulihkan infrastruktur kelistrikan di daerah terdampak.

Selain melakukan perbaikan infrastruktur, PLN juga memberikan bantuan berupa obat-obatan, makanan bayi, peralatan ibadah, peralatan mandi dan popok bayi. PLN akan bekerja siang malam demi mempercepat proses perbaikan infrstruktur kelistrikan di daerah terdampak, Lampung maupun Pandeglang.

Semoga dengan hadirnya listrik bisa memberikan sedikit cahaya bagi mereka yang terdampak tsunami, ujar Executive Vice Presiden Corporate Communication and CSR PLN, I Made Suprateka dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/12).
Dia mengungkapkan, di wilayah Pandeglang dan Carita, Banten saat ini PLN telah berhasil meyalakan 180 gardu.
“Sementara gardu yang masih padam, sampai saat ini masih diupayakan perbaikan dan mencapai 68 gardu (kembali menyala). Sedangkan 16 tiang transmisi sudah didirikan kembali,” katanya.

Perbaikan gardu listrik, lanjut I Made Suprateka, dibantu oleh yantek UP3 Banten, UP3 Disjaya, dan UP3 Bogor tim PDKB. “Total kekuatan tim ada 199 personel yang disebar di wilayah terdampak tsunami,” ujar dia.

Di Bandar Lampung, khususnya Desa Way Muluh, Kalianda Lampung yang merupakan satu desa yang terkena dampak paling parah tsunami, I Made Suprateka menuturkan, mengerahkan tim PLN UID Lampung sebanyak 40 orang dan pegawai teknik. “Mereka dikerahkan untuk membantu memulihkan kondisi kelistriskan secepatnya,” katanya.

Dari total 30 gardu distribusi di lokasi tersebut, lanjut dia, sebanyak 27 gardu distribusi sudah kembali normal. “Artinya sekitar 90 persen kelistrikan di desa itu sudah kembali normal,” ucap dia. (din/fin)

News Feed