oleh

Plafon Rusak Belum Diperbaiki

PRABUMULIH – Sejak jebol akibat angin kencang di malam pergantian tahun lalu, hingga saat ini kerusakan plafon sky bridge atau jembatan layang penghubung Pasar Tradisional Modern (PTM) 1 dan PTM 2 belum juga diperbaiki.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pasar Inpres, Taufik Hidayah SE menerangkan, pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah kota (Pemkot) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

“Jebolnya plafon sky bridge tersebut sudah kita laporkan,” ucapnya singkat kepada koran ini, kemarin (26/2).

Kata Taufik, soal perbaikannya diakuinya hingga sekarang belum ada tindak lanjut dari Dinas PUPR tersebut. “Kalau perbaikannya, itu memang wewenang Dinas PUPR. Kita tidak tahu, terpenting kejadian jebolnya plafon sky bridge tersebut sudah dilaporkan. Untuk perbaikannya plafon sky bridge ini, kita sifatnya menunggu kebijakan Pemkot melalui Dinas PUPR,” jelasnya.

Pantuan koran ini, bukan kali ini saja plafon sky bridge tersebut jebol dan diperbaiki, dan kemudian rusak lagi serta butuh waktu lama untuk perbaikannya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan Kepala Dinas PUPR, Ir M Sufi belum bisa dikonfirmasi koran ini. Sempat dihubungi berulang kali, tetapi ponsel miliknya dalam keadaan non aktif. Koran ini sempat mengirimkan whatsup (WA) tetapi hanya dibaca dan tidak dibalas.

Sekretaris Komisi III, M Erwadi ST mengatakan, kalau perbaikan plafon sky bridge yang terkesan lamban tersebut harus segera dilakukan oleh Dinas PUPR. Kata dia, jangan sampai merugikan dan membahayakan pengguna jalan yang dibawahnya.

“Harusnya segera diperbaiki, karena bisa membahayakan kendaraan dan orang yang lalu lalang dibawahnya. Dan, jangan dibiarkan begitu saja dan kita desak Dinas PUPR untuk meresponnya,” ucapnya.

Gatot menerangkan, kerusakan di fasilitas umum harus menjadi perhatian serius Pemkot melalui Dinas terkait. Apalagi, kata dia fasilitas umum sudah menjadi tanggung jawab Pemkot penyediaannya dan perawatannya.

“Apalagi, laporan kerusakan tersebut sudah dilaporkan cukup lama. Dan, hingga sekarang ini belum direspon atau ditindaklanjuti,” terangnya. (03)

News Feed