oleh

Plafon Masjid Al-Hidayah Seharga Rp1 M

PRABUMULIH – Dugaan korupsi proyek masjid masih terus dilakukan penyidik kejaksaan. Namun complain atau keluhan terhadap proyek masjid terus bermunculan. Kali ini giliran proyek masjid Al Hidayah yang disoal.
Pada 2016 lalu, masjid yang berlokasi di jalan Sumatera tepatnya di RT01 RW01 Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur mendapatkan proyek senilai Rp Rp1,076 miliar. Uang sebanyak itu dianggarkan hanya untuk mengerjakan plafon masjid.
“Sebab masjid ini waktu sekitar November tahun 2016 kemarin yang dianggarkan pemkot itu bukan dibangun atau direhab oleh pemborongnyo tapi cuma buat plafon masjid bae. Kalu diperkirakan cuma habis anggarannyo sekitar Rp300 juta,” ungkap Zainal selaku ketua RW setempat dibincangi di lokasi masjid, kemarin (5/4).
Dituturkan dia, pengerjaan plafon masjid di tempatnya itu berawal dari kunjungan Wali Kota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM saat menghadiri acara Maulid Nabi ke masjid di wilayahnya tersebut. Saat itu, orang nomor satu di Kota Prabumulih ini sempat menanyakan kepada pengurus masjid bagian mana yang akan dilakukan perehaban saat itu.
“Dan waktu itu jugo kami sepakat jika plafon masjid yang kondisinya memang saat itu harus perlu diperbaiki langsung mengusulkan secara lisan pada saat itu ke pak Ridho agar plafon saja,” ceritanya.
Lalu tak lama berselang, kata Zainal, usulan tersebut ternyata dipenuhi. Hingga akhirnya, sekitar November 2016, rehab masjid dilakukan. Hanya membutuhkan waktu sekitar satu setengah bulan untuk mengganti plafon masjid yang diketahui sudah berdiri sejak tahun 2003 silam itu.
“Sempat aku dewek yang nanyo dengan tukangnyo waktu itu yang punyo siapo, olehnyo warga ni banyak betanyo anggarannyo berapo nian oleh tidak ada plang papan proyeknya terpasang. Sehingga kami pikir memang sekedar bantuan saja. Soalnya kalau kami perhitungkan tidak terlalu besar biayanya itu,” tuturnya.
Apalagi menurut Zainal, setelah ramai-ramainya saat ini pemberitaan mengenai pengusutan kasus masjid oleh Kejari di media lokal, pihaknya bersama pengurus masjid terkejut. Pasalnya, anggaran rehab masjid diketahui mereka menelan hingga dana sekitar Rp1 milyar lebih itu.
“Iya lihat bae dewek ke masjid ini, sangat idak masuk akal. Terus terang kalau aku pikir ini sudah terjadi penyalahgunaan anggaran dana sebanyak itu, masa cuma ganti plafon sampai Rp 1 miliar. Memang selamo ini kami tidak mau tahu tentang proses pembangunannyo. Sudah dibantu saja kami sudah bersyukur,” imbuhnya.
Senada disampaikan H Sulaidi yang merupakan Bendahara Masjid Al Hidayah itu juga mengatakan jika sebelumnya kepada pihak pemborong, pihaknya mengusulkan agar genteng masjid tersebut bisa dapat digantikan jika dana pembangunan masih mencukupi.
“Tapi waktu itu, orang yang mengerjakan bilang dananya tidak cukup. Pipa besi untuk menggantung kipas di masjid ini saja diminta kami yang belinya. Kami sangat terkejut kalau rupanya dananya sangat besar. Bahkan, dana untuk bangun masjid ini dulunya tidak sampai sebesar itu. Jadi lebih mahal plafon ketimbang bangunan masjid,” tandas dia.
Selaku pengurus masjid yang juga merupakan warga pribumi di wilayah itu dirinya pun mengaku kecewa dengan pihak pemborong pelaksana proyek masjid itu. Lantaran, sejak awal pengerjaan pemborong terkesan menutupi anggaran pembangunan.
Dia juga menyesalkan jika niat tulus memperbaiki rumah ibadah malah dijadikan alat untuk mengeruk keuntungan. “Kami dari pengurus siap menjadi saksi jika pihak Kejari membutuhkan,” tukasnya.
Sementara pantauan dilokasi masjid Al Hidayah itu, kondisi seluruh atap plafonnya baik di dalam maupun di pinggiran teras masjid tersebut masih terpasang rapi. Bahkan plafon terbuat dari plastik PVC menggantikan atap lama yang berbahan dasar triplek.
Kemudian, untuk konstruksi bangunan masih mempertahankan bangunan lama. Tidak ada pengecatan ulang ataupun pembangunan gedung baru di masjid tersebut. Sedangkan untuk luas seluruh pada bangunan masjid itu, diketahui berukuran sekitar 15 meter perseginya. Serta luas keliling pada seluruh teras masjid sepanjang 3 meter keliling 3 jalur.
“Kalau harga bahan plastik PVC per meternya bisa kurang Rp250 ribu kalu mau beli banyak, mau ngambil berapa banyak?” sebut salah satu penjual di toko bahan bangunan di Pasar Prabumulih saat koran ini ingin mengetahui harga permeternya bahan plafon masjid tersebut. (Mg03)

News Feed