oleh

Plafon Bocor Dinding Retak, Operator BSP Was-Was

-Kecamatan-21 views

WONOSARI – Operator Bank Sampah Prabumulih (BSP), yang bertugas menginput data dan melayani nasabah dilanda rasa khawatir.

Hal itu dikarenakan, kondisi bangunan yang sudah mengalami kerusakan yang cukup parah.

Pantauan koran ini Senin (6/7/2020), hampir semua plapon gedung rusak. Akibatnya air hujan merembes dan masuk kedalam gedung. Belum lagi kondisi bangunan yang banyak mengalami retak dan rusak.

“Sudah lama kondisi seperti ini, kami setiap berada didalam gedung selalu wa-was,” kata Nina Agustin salah satu operator BSP.

Nina menambahkan rasa khawatir kian menghantui bila hujan turun. Betapa tidak, atap gedung yang juga sudah rusak tak mampu melindungi gedung dari hujan. “Bocor air masuk dimana-mana, jadi kalau hujan barang-barang kita tutup terutama komputer takut rusak,” imbuhnya.

Sementara untuk lampu yang tersambung aliran listrik lanjut dia, sudah sejak lama tak berfungsi. “Listrik mati sudah putus, kalaupun hidup kami tidak berani takut konslet,” tuturnya.

Dian Nopita operator BSP lainnya mengakui, akibat kondisi gedung yang sudah rusak dan bocor membuat kinerja di BSP menjadi terhambat. “Kalau hujan kami stop, dak berani input takut konslet karena banyak air masuk. Jadi kalau ada nasabah terpaksa harus keluar, karena didalam banyak bocor,” tuturnya.

Ria salah satu nasabah BSP, yang rutin menimbang sampah mengaku sempat merasakan kekhawatiran yang dialami operator. “Pernah 2 kali, pas nak cacat hasil tabungan hujan deras. Banyu didalam ruangan (operator,red) cak air terjun deras nian. Kalau duduk dekat dinding dak pernah galak lagi, itu lah retak caknyo tinggal nunggu roboh,” kata Ria.

Selaku nasabah ia berharap, agar perbaikan terhadap kerusakan di gedung BSP segera dilakukan. Apalagi, BSP merupakan salah satu tempat yang ramai dikunjungi masyarakat untuk menambung sampah. “Aku kan rutin nabung seminggu itu biso 4 kali, setiap kesini rame tulah yang datang. Kalau dibenari dak akan was-was lagi,” harapnya.

Terpisah, Direktur BSP Dadi S Prayogi SPdI melalui manager pemasaran Desti Fajarini ST dikonfirmasi membenarkan keluhan operator BSP. “Kondisinya memang seperti itu,” kata Desti.

Hanya saja kata Desti, pihaknya tak bisa berbuat banyak. Mengingat gedung BSP merupakan asset milik Pemerintah Kota. “Selain memang tidak ada anggaran, kami tidak bisa melakukan perbaikan karena itu gedung pemkot,” tukasnya yang mengaku sangat khawatir dengan kondisi BSP saat ini.(08)

Komentar

News Feed