oleh

Pinjamkan Android dan Beri Kuota ke Siswa

-Pendidikan-25 views
  • Di Hari Anak Nasional

PRABUMULIH– Sebagai bentuk dukungan dan perhatian terhadap para siswa SMA Negeri 1 Prabumulih, pihak sekolah tunjukkan rasa tanggungjawab untuk memberikan fasilitas para siswa agar dapat mengikuti kegiatan belajar dalam jaringan (daring) di masa pandemi virus corona.

Siswa yang beruntung tersebut adalah Reski Setiawan, salah seorang siswa kelas X SMAN 1 Prabumulih,  putra ke 2 dari 3 bersaudara pasangan Zamiri dan Latifa yang pekerjaannya hanya buruh ini, mendapatkan perlakuan spesial dari pihak sekolah di hari anak nasional pada 13 Juli 2020 lalu.

“Tidak semua anak beruntung dapat belajar daring dengan fasilitas yang diberikan oleh orang tua. Anak yang tidak memiliki HP apalagi laptop beli kuota saja susah, maka sekolah memiliki kewajiban untuk menyediakan fasilitas tersebut agar hak-hak anak kita untuk mendapatkan pembelajaran tetap diperolehnya. sekolah memberikan pinjaman HP yang sudah diisi aplikasi dan kuota untuk Belajar Daring, “kata Kepala Sekolah SMAN 1Prabumulih Freni Listiyan SPd MSi Minggu (26/7/2020).

Rizki berhasil masuk ke SMAN 1 melalui jalur zonasi, rumahnya dulu ngontrak didepan SMP Muhamadiyah. dia adalah alumni SMP Muhamadiyah. “Walaupun tidak terlalu pintar, anak ini memiliki semangat untuk sekolah dengan keterbatasan ekonomi keluarganya, yakin dan memilih SMA N 1 Prabumulih, sebagai jembatan masa depannya,”jelasnya mengharukan.

Setelah mendapat bantuan bedah rumah dari Pemkot Prabumulih, Riski dan keluarganya pindah ke anak petai yang jarak rimahnya agak jauh dari Sekolah, tapi semangat datang kesekolah ikut kegiatan pagi sekali. Bahkan para guru ada yang merasa malu karena keduluan datang dari siswa baru satu ini.

Sejak awal masuk, pihak sekolah  jalin komunikasi dengan keluarga, sampai mengetahui kondisi keluarga Anak yang tidak punya hp. oleh sebab itu awalnya dibantu pinjam fasilitas sekolah, dia menggunakan Laptop bantuan Rasa Lida, salah satu alumni Smansa yang sudah sukses.

“Siswa ini datang ke sekolah tiap hari, kami fikir rumahnya dekat  sekolah, ternyata setelah beberapa hari diperhatikan anak ini ternyata perlu dibantu, sehingga pihak sekolah berinisiatif meminjamkan hp selama kapanpun anak ini mau menggunakannya. terutama unttuk Daring, sehingga bisa belajar sama seperti anak lainnya,”bebernya seraya mengakatan anak ini sudah masuk usia 18 tahun.

Selain itu pihak sekolah juga berikan bantuan pada 50 orang siswa yang kurang mampu, setiap bulannya sekolah memberikan bantuan kuota internet. “Dan bantuan ini  akan terus berlanjut selama masa pandemi, agar mereka bahagia  selalu, dan bergembira belajar di rumah. Terus jaga kesehatan dan jangan lupa berdoa semoga pandemi ini segera berakhir,”katanya berpesan.

Hal berbeda yang diungkapkan oleh kepala sekolah SMK PGRI 2 Prabumulih, Heni Wahyuni SPd. Sebagai Pimpinan  di sekolah swasta dirinya bangga dengan para guru yang sudah mampu berkreasi membuat video sebagai media pembelajaran sendiri.

“Siswa yang tidak bisa daring  kita lakukan di luar jaringan (luring), dengan cara siswa mengambil berkas materi dan tugas di sekolah, yang penting anak tetap bisa belajar dan tidak ada yang dirugikan ,”katanya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh wakil kepala sekolah SMA Negeri 3 Prabumulih bidang Kesiswaan, Abdul Hadi. Untuk saat ini pihak sekolah tidak ada memberikan kuota maupun HP kepada siswa untuk melaksanakan pembelajaran daring, karena semua siswa terbilang masih mampu. “Tapi untuk siswa baru belum kitadata, karna sampai saat ini kita masih menunggu hasil psikotes dari Palembang,”kata Hadi.(05)

 

 

 

 

Komentar

News Feed