oleh

Pilih Mundur atau Dicopot

-Metropolis-209 views

PRABUMULIH – Ketua RT/RW diingatkan, Walikota (Wako) Ir H Ridho Yahya MM untuk benar-benar melayani masyarakat di Prabumulih.
“Atasan saya, masyarakat Prabumulih. Jadi, saya wajib melayani masyarakat dengan baik. Karena, telah mempercayakan saya sebagai wako dan bentuk tanggung jawab saya juga,” ujar Ridho, sapaan akrabnya di sela-sela memimpin rapat RT/RW di sela-sela pembagian insentifnya, Senin, 27/5 di Pendopoan Rumah Dinas (Rumdin) Walikota (Wako).

Orang nomor satu di kota ini menegaskan, agar Ketua RT/RW tidak lagi berpolitik dan fokus melayani masyarakat dengan ikhlas.

“Makanya, kita hapuskan pemilihan RTRW. Sehingga, RTRW benar-benar diinginkan masyarakat. Kalau, ada pemilihan RT/RW pasti terjadi blok-blokan. Pelayanan masyarakat paling utama bagi saya,” terang suami Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu ini.

Dia juga menekan, kalau Ketua RT/RW tidak bisa menyukseskan program pemerintah dan melayani masyarakat dengan baik. Sebaiknya, mundur atau nanti dicopot oleh lurah atas kordinasi dengan camat.

“Kalau tidak mampu melayani masyarakat, yah mundur saja. Ketimbang dicopot lurah, kita minta lurah mencopot RT/RW tidak melayani dengan baik,” beber ayah tiga anak ini.

Bukan hanya itu saja, aku ayah dr Muwarni Emasrissa Latifah ini, meminta agar RT/RW membantunya untuk penyediaan data valid dan konkrit. Sehingga, program Pemkot bisa tuntas.

“Bagaimana mau tuntas program kita, kalau data yang ada tidak akurat dan validi. Kapan, programnya mau selesai. Baik program bedah rumah, KIS, gas kota, dan lainnya,” ucap pria asal Ogan Ilir (OI).

Sambungnya, selama ini Pemkot sendiri telah memberikan perhatian kepada RT/RW lewat pemberian insentif pertriwulan dan secara bertahap dilakukan penaikan insentif.

“Sudah sewajarnya, RTRW melayani masyarakat dengan baik. Insentif, sudah kita beri,” beber adik Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Selatan (Sumsel).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Drs Aris Priadi SH MSi mengatakan, karena sudah seruan dari wako. Hal itu, kata dia, harus menjadi perhatian serius RT/RW.

“Untuk RT/RW melayani masyarakat dengan baik dan ikhlas, kalau tidak mampu yah sesuai seruan wako RTRW mundur saja. Ketimbang diberhentikan lurah tentunya,” tandasnya.

Sambungnya, sesuai kesepakatan. RT/RW tidak hadir, pemberian insentif ditunda, dan tidak diransfer ke rekening. “Pak Wako tegas mengatakan, RT/RW tidak hadir. Insentif, ditunda pemberiannya,” bebernya.

Menjelang lebaran ini, DPMD sendiri membagikan insentif RTRW dua bulan kepada 546 RT dan 136 RW. Perbulan RT dan RW menerima insentif Rp 450 ribu dan total dana dicairkan Rp 616 juta. “Transfernya, kita masukan lewat rekening masing-masing RT/RW,” bebernya. (03)

Komentar

News Feed