oleh

Petani Karet Tewas Ditembak Begal

-Ringkus-211 views

MARTAPURA – Tragis dialami petani karet Jumadi (45), warga Dusun II, Desa Margotani, Kecamatan Madang Suku II, Kabupaten OKUT. Ia tewas setelah peluru mengenai lehernya yang ditembakkan begal saat tengah menyadap karet bersama istrinya Roliyah (40), Senin (10/6) sekitar pukul 04.00 WIB.

Akibat kejadian tersebut, Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya SH SIk turun tangan dalam menangani kasus ini dengan terjun langsung ke lokasi melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Informasi dari kepolisian menyebutkan, kejadian tersebut terjadi Senin (10/6) sekitar pukul 03.30 WIB. Dimana ketika itu korban bersama istrinya berangkat dari kediamannya menuju perkebunan karet miliknya yang berada di Desa Margotani 1, Kecamatan Madang Suku II dengan mengendarai sepeda motor jenis Honda Revo warna merah untuk menyadap karet.

Ketika sampai di kebun sekitar pukul 04.00 WIB, korban bersama istrinya melihat ada dua orang yang tak dikenal menggunakan senter kepala mendekati istri korban yang saat itu sedang menyadap karet di area perkebunannya.

“Pelaku ini muncul dan langsung menodong istri korban dengan ucapan kutembak kamu secara berulang-ulang,” ujar Kapolres AKBP Erlin Tangjaya SH Sik saat menceritakan kronologis kejadian di TKP.

Melihat sang istri ditodongkan senjata api oleh pelaku kata Kapolres, korban keluar dari persembunyiannya untuk menolong istrinya.

“Ternyata pelaku menyenter korban dengan senter kepala dan langsung menembak korban pada bagian leher, saat korban ditembak sempat tangan korban naik ke bagian muka untuk menghalau silau senter dari pelaku. Sehingga korban mengalami luka tembak pada bagian leher dan tangannya,” tegasnya.

Setelah menembak mati korban, pelaku kemudian mengambil motor korban jenis honda revo warna merah dan langsung dibawa kabur oleh pelaku. Hingga kini Polisi masih terus melakukan olah TPK serta melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus Pencurian Dengan Kekerasan (Curas) yang membuat sebagian warga Margotani ketakutan ini.

“Saya dan jajaran masih di TKP melakukan olah TKP dan penyelidikan mudah-mudahan segera terungkap dan tertangkap pelakunya,” pungkasnya.(clau/seg)

Komentar

News Feed