oleh

Petani Jeruk Sempat Terpuruk, Kemudian Bangkit Lagi, Ini Dia Hasilnya…

BATURAJA – Petani jeruk di desa Lubuk Leban, kecamatan Sosoh Buay Rayap, bersemangat pada tahun ini. Hal ini tidak lepas dari penyuluhan pemerintah desa yang dilakukan pada tahun lalu.

“Sekarang jeruk yang ditanam warga sudah mulai panen,” ujar Kepala Desa Lubuk Leban, Saharudin, kemarin (27/11). Masyarakat, kata Saharudin, sempat mengalami keterpurukan. Pasalnya, kebun jeruk milik warga terserang penyakit kuning. Bahkan ada pohon jeruk yang mati. Sehingga, panen jeruk tahun lalu tidak banyak.
“Tahun ini ada yang mulai tanam ulang, ada juga yang melanjutkan tanaman lamanya,” katanya.

Upaya pemerintah desa, kata Saharudin, menjadikan desa itu sebagai sentra jeruk di Kabupaten OKU, mulai menampakkan hasil. Total kebun jeruk warga 45 hektar, 23 hektar diantaranya sudah panen. “Jeruk yang dipanen dari lahan 23 hektar tersebut sekitar 90 ton jeruk. 20 hektar lainnya siap panen juga,” jelasnya.

Pihaknya menargetkan omset petani jeruk sebesar Rp850 juta untuk tahun ini. Penjualan dilakukan sendiri oleh petani. Karena, jelas Saharudin, masyarakat sudah punya link sendiri untuk menampung hasil pertanian. “Pasar Baturaja ada juga yang minta. Tapi tidak banyak,” ungkapnya.

Pihaknya belum merencanakan mengkreasikan jeruk menjadi makanan lain. Karena, petani masih fokus menjual jeruk tersebut ke pulau Jawa. “Untuk sementara, masyarakat masih suka jual langsung. Tapi buah jeruk bisa jadi dikreasikan,” tandasnya. (stf)

News Feed