oleh

Perkuat TAT, Jadikan Kota Tanggap Ancaman Narkoba

PALEMBANG – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Prabumulih terus mempersempit ruang gerak peredaran narkoba. Langkah itu sebagai bentuk perang terhadap kejahatan yang merusak generasi bangsa tersebut.

“Kita tidak akan main-main dengan narkoba. Tidak ada ampun. Selain pemberantasan, BNN Prabumulih juga tetap fokus dengan upaya pencegahan,” ungkap Kepala BNN Prabumulih AKBP. Ridwan, SH didampingi Kasi P2M (Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat) M. Satrio SKM Selasa (12/1/2021).

Pandemi Covid-19 tidak menjadi penghalang untuk melakukan pemberantasan dan pencegahan narkoba. Semua telah tersusun melalui program kerja 2021. “Ada beberapa program kerja yang dititik beratkan pada pencegahan. Semua iu bagian dari perang terhadap peredaran narkoba. Kita terus persempit ruang gerak pengedar maupun bandar narkoba di kota Nanas ini,” tegas Ridwan.

Ia menyebut, ada beberapa kegiatan BNN yang berkaitan dengan sosialisasi pencegahan narkoba. Semua itu terintegrasi pada program Kota Tanggap Ancaman Narkoba. Yang terurai kata Ridwan, melalui desa bersinar maupun ketahanan keluarga.

“Kita akan fokus pada komunitas-komunitas. Misalnya saja, pada level teman sebaya yang menyasar pada generasi muda. Mereka adalah usia produktif yang rentan terhadap penyalahgunaan barang haram tersebut,” terangnya.

Terpenting juga, sesuai dengan program BNN pusat pentingnya memperkuat tim asesmen terpadu (TAT). Tujuannya, menyamakan presepsi dengan semua unsur terkait dalam penanganan kasus narkoba secara terpadu. “Kita akan memperkuat tim asesmen terpadu, sehingga menjadi bagian dari solusi bersama terkait permasalahan narkotika ini,” paparnya.

Bayangkan saja, penghuni Lapas 80% merupakan penyalahguna narkotika. Nah, untuk para bandar hanya berapa? Ini merupakan tanggung jawab bersama bagaimana melakukan TAT secara tepat. Oleh kerna itulah BNN memandang perlu mengedepankan rehabilitasi melalui TAT dalam penanganan kasus narkotika ini.

Tugas yang paling penting adalah mencari solusi terbaik. Dimana, bagi pemakai narkoba ada juga setelah keluar penjara malah semakin berani. Ini tentunya tidak diharapkan. Bagi Drugs addict itu harus disembuhkan, mereka harus diperhatikan. Inilah perang bersama dalam penaganagan persoalan narkoba. “Apalagi narkoba ini adalah musuh bangsa. Semua kita bertanggung jawab menjadi bagian untuk memerangi peredaran narkoba,” tutupnya. (asa/fs/01)

Komentar

News Feed