oleh

Perjuangkan Nasib  Guru Honorer 

PRABUMULIH – Dinas pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumatra selatan, berkomitmen tingkatkan kesejahteraan guru honorer SMA SMK dan SLB. Salah satunya dengan penambahan insentif sesuai dengan anggaran yang ada.

Termasuk juga dukungan untuk perubahan status dari honorer untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), membantu guru honorer menjadi PPPK. Beberapa prioritas itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Drs H Riza Pahlevi MM.

“Kemaren kita mendampingi audiensi forum guru honorer ke komisi V DPRD Sumsel. Diminta ataupun tidak, kitasudah memikirkan dan memberikan rekomendasi ke Presiden agar buruh honorer diangkat menjadi CPNS, khusus PPPK, kalau memang ada regulasi ke depan,”jelasnya saat dikonfirmasi koran ini Rabu (7/10/2020).

Dirinya juga menuntut kepada para guru honor,sebagai pendidik dan tenaga kependidikan juga harus menjalankan kewajiban. “Siapkan kompetensi untuk jadi guru yang hebat dan profesional. Sehingga kita yang memperjuangkan juga enak,”bebernya.

Diketahui, saat ini jumlah guru honorer SMA SMK di lingkup sekolah Negeri se Sumsel ada sebanyak 9.654 orang, sedangkan guru honorer di sekolah luar biasa (SLN) sebanyak 208 orang.

Adapun kriteria golongan honorer yang mendapatkan honorer dari program sekolah gratis, harus memiliki SK bupati atau SK Walikota atau Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten atau kota minimal lima tahun tanpa putus mulai 1 Januari 2017.

Pendidikan harus linear dengan mata pelajaran yang diajarkan sejumlah jam mengajar, minimal 16 jam pelajaran per minggu. Usia tidak lebih dari 45 tahun per jan 2017 serta berpendidikan minimal S1.

“Jumlah besaran honorer kategori honor daerah ini ditetapkan sebesar 1,8 juta perbulan yang dibayar setiap tiga bulan sekali,”tandasnya.(05)

Komentar

News Feed