oleh

Perjuangkan Bantuan Kuota Untuk Siswa

-Pendidikan-12 views

PRABUMULIH– Sekolah Dasar di Kota Prabumulih, tidak semuanya tersentuh oleh jaringan internet. beberapa sekolah  jauh dari dalam kota seperti SD Negeri 72, SD Negeri 73 SD Negeri 84 dan beberapa sekolah yang berada jauh dari dalam kota belum tersentuh jaringan internet.

Meski begitu pihak sekolah tetap memperjuangkan entri data nomor HP siswa untuk mendapatkan bantuan kuota dari Pemerintah Pusat.

Seperti yang terjadi di SD Negeri 73 Kota Prabumulih, setidaknya 50% siswanya tidak bisa menggunakan internet, apalagi harus belajar dalam jaringan (daring), sehingga harus belajar secara manual, dengan cara mengumpulkan dan mengambil materi pembelajaran harus datang ke sekolah.

“Meskipun nantinya bantuan, belum tentu bisa dimanfaatkan, setidaknya kita sudah memperjuangkan agar siswa mendapatkan bantuan kuota internet,” kata Kepala Sekolah SDN 73 Prabumulih, Sangidah SPd, saat dikonfirmasi koran ini di SDN 73 Senin (31/8/2020).

Ia mengakatan, sampai saat ini entri data terus dilakukan, hingga batas akhir pada 11 september mendatang. Menurutnya peluang ini sangat penting dimanfaatkan, karena belajar jarak jauh dalam jaringan (daring), memang membutuhkan modal lebih besar.

“Memang kuota tersebut khusus untuk aplikasi belajat daring, seperti google classroom,  ruang belajar , ruang guru dan beberapa aplikasi belajar lainnya. Karna itu belum tentu semua siswa bisa memanfaatkan,”jelasnya.

Sebanyak 316 orang siswanya semuanya dimasukkan ke aplikasi dsta pokok kependidikan (dapodik) dengan harapan dapat menjadi bagian dari penerima bantuan kuota dari Pemerintah Pusat.

“Kita sangat mengapresiasi peemberian bantuan kuota dari plPemerintah Pusat untuk belajar daring mini meskipun nantinya kita tidak bisa memanfaatkan sepenuhnya, setidaknya sudah menjadi solusi untuk para siswa lain yang mendapat memanfaatkan bantuan tersebut,”tandasnya.(05)

 

 

Komentar

News Feed