oleh

Periksa Darah Cuma Rp10 Ribu

-Kesehatan-488 views

PRABUMULIH – Masyarakat Kota Prabumulih hendaknya berhati-hati. Akhir-akhir ini ada petugas yang mengaku dari apotek atau Dinas Kesehatan gentayangan mendatangi rumah warga untuk melakukan pemeriksaan golongan darah.
Desti warga Kelurahan Prabujaya Kecamatan Prabumulih Timur, mengaku hampir terkecoh dengan oknum yang mengaku dari petugas kesehatan tersebut. Disebutkannya, oknum tersebut menggunakan pakaian hitam putih, dengan berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. “Sekitar sebulan lalu, ada yang datang termasuk rumah orang tua dan banyak juga kawan-kawan yang sudah didatangi, datang mau cek darah.” kata dia.
Nah, dalam aksinya petugas tersebut hanya meminta uang senilai Rp 10 ribu untuk upah jasa pemeriksaaan darah. “Kita takut jadi menolak, Karena sangat berbahaya jika itu bukan petugas betulan hanya orang biasa. Apalagi biayanya sangat murah, takutnya malah mendatangkan penyakit apalagi alatnya tidak jelas,” terangnya.
Rini salah satu orang tua murid, juga mengaku sempat mendapat surat permohonan persetujuan dari orang tua untuk kegiatan pemeriksaan darah dari oknum tak dikenal. Surat tersebut kata Rini, dilayangkan oleh pihak sekolah TK yang nyaris menjadi korban dari oknum yang mengatasnamakan petugas kesehatan dari apotik.
“Tempat anak sekolah didatangi petugas itu, bilangnya sudah ada izin dari diknas. Ya Ummi (pihak sekolah) tak curiga apalagi sudah bawa nama dinkas, akhirnya mengirim surat ke kami orang tua. Kami juga sempat tak curiga, tapi saat akhirnya baru sadar. Termasuk sekolah, langsung mengecek apotik namun ternyata tidak ada,” terang Rini menyebutkan setiap orang tua diminta menyetor uang senilai Rp10 ribu untuk program pemeriksaa darah tersebut.
Dilanjutkan Rini, baik orang tua maupun pihak sekolah makin intens menjalin komunikasi agar kejadian serupa tak lagi terjadi. “Setiap ada informasi yang sifatnya harus diwaspadai langsung kita share di group WA. Sekolah juga kita minta berhati-hati, apalagi oknum tersebut pasti hanya ingin mengambil keuntungan, atau malah ingin menularkan penyakit kita tidak tau,” jelasnya.
Kepala Dinas Kesehatan dr H Happy Tedjo Sumali MPh, melalui Sekertaris Dinas dr Hj Hesti W MARS MM menerangkan, siapapun yang didatangi petugas yang mengatasnamakan dinas kesehatan ataupun pelayanan kesehatan untuk tak langsung percaya.
“Minta surat tugasnya, untuk petugas kesehatan yang dilapangan harus membawa surat tugas dari pimpinan baik puskesmas maupun Dinkes. Kemudian kalau memang dari petugas kesehatan, pasti ada yang mendampingi,” bebernya.
Apalagi jika akan melakukan sejumlah kegiatan baik di sekolah maupun di masyarakat. Biasanya terang Hesti, petugas kesehatan maupun Dinkes akan terlebih dahulu melakukan sosialisasi sebelum memulai program atau kegiatan. “Apalagi ini cek darah, masyarakat harus berhati-hati, apa alasan mereka cek darah, takutnya memberikan informasi yang menakutkan. Kemudian siapa yang melakukan pemeriksaan, apa memang analis, apa basicnya perawat takutnya hanya orang biasa yang sama sekali tak mengetahui medis,” terangnya.
Dengan tak mengantongi surat tugas resmi yang dikeluarkan Dinkes, ataupun pukesmas kata dr Hesti sudah jelas bukanlah petugas kesehatan dilingkungan pemkot, dan aksi tersebut merupakan penipuan. “Sehingga kalau ada kejadian seperti itu, bisa kita adukan karena masuk ranah hukum yakni pembohongan publik,” tukasnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan H M Rasyid SAg MM, dikonfimasi terpisah menyampaikan sejuah ini belum menerima laporan apapun dari sekolah. Hanya saja, dirinya mengingatkan agar semua sekolah waspada akan adanya oknum yang hanya mencari keuntungan.
“Apapun itu, kalau ada tamu yang datang ke sekolah wajib mengisi buku tamu dilengkapi identitas yang lengkap. Jika menawarkan kegiatan ataupun program, harus ditelusuri dengan jelas lihat suratnya ada tidak, siapa yang mengeluarkan. Kalau masih ragu, segera menghubungi Diknas,” pungkasnya. (05)

News Feed