oleh

Penyaluran Ganti Rugi Tol Baru 80 Persen

-Metropolis-12 views

//Sebagian Terkendala Administrasi

PRABUMULIH – Dari total anggaran ganti rugi lahan tol senilai Rp 115 Miliar, baru sekitar Rp 93 Miliar yang telah disalurkan kepada pemilik lahan.

“Baru 80 persen yang sudah selesai ganti rugi. Untuk yang belum, ditargetkan kalau bisa diselesaikan Januari ini,” kata PPK Pengadaan Tanah Jalan Tol, Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Indrawati,  disela-sela penyerahan ganti rugi tahap 6 di Kampoeng Cemara, Selasa (5/1/2021).

Indrawati menyampaikan, masih adanya hambatan dalam penyaluran ganti rugi tol. Hambatan itu dikarenakan adanya proses yang masih berlangsung di Pengadilan Negeri dan adanya proses administrasi yang belum rampung. “Ada proses penitipan uang di pengadilan, sedang lagi proses ini. Terus ada lagi, bidang masih proses administrasi,” ujarnya.

Untuk bidang yang masih proses administrasi kata dia itu paling banyak di Desa Talang Batu Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT). Terkait ini, pihaknya meminta untuk segera diselesaikan. “Suratnya yang masih belum lengkap, belum diserahkan. Ada perbedaan nama pemilik. Kita minta batas waktu diusahakan minta dengan kadesnya Januari ini,” ucapnya.

Lalu disinggung terkait adanya keluhan, dimana terdapat lahan yang belum menerima ganti rugi namun sudah digarap? Perempuan berjilbab ini menuturkan, berdasarkan proses biasanya lahan baru digarap setelah ganti rugi. “Kalau itu kitakan prosesnya kalau dibayar. Intinya kalau sudah dibayar boleh digarap. Kalau itu bisa komplain ke pihak yang melakukan penggarapan,” tukasnya.

Kepala Desa Talang Batu, Sahril Kanedi dibincangi terkait lahan yang masih terkendala administrasi membenarkan. “Ada total 112 bidang yang baru dibayar 46 ditambah 18 jadi 64 bidang. Sisanya masih kendala administrasi, akan diusahakan secepatnya diselesaikan,” katanya singkat.

Sementara itu, Kepala BPN, Syahabuddin SH MSI dikonfirmasi awak media terkait pembayaran ganti rugi lahan terkena proyek tol tahap 6 mengungkapkan sudah ada 29 bidang lahan sudah dicek dan verifikasi dan selanjutnya dibayarkan ganti ruginya kepada pemilik lahan.

Nah, untuk 29 bidang ini. Akunya, ganti rugi diberikan mulai dari Rp 600 ribuan. Karena, hanya 24 meter persegi lahan terkena proyek tol. “Dan, tertinggi hingga hampir Rp 900 juta karena lahannya mencapai 1,2 hektar,” jelasnya.

Ia menjelaskan, dari 483 bidang lahan terkena proyek tol. Tidak hanya lahan masyarakat, tetapi juga ada fasilitas umum. Sejauh ini, hingga 5 Januari 2021 telah diganti rugi sebanyak 298 bidang.

“Dengan 1,115 juta hektar lahan, senilai Rp 93,282 miliar. Selanjutnya, pada tahap 7 direncanakan ada 56 bidang lagi akan dilakukan proses ganti rugi,” terang Mantan Kepala BPN Palembang ini.

Sedangkan sisanya, kata dia, masih berproses dan ada masih sengketa lahan di Pengadilan Negeri (PN) guna proses persidangan. “Sebanyak 21 bidang, sekarang proses sengketa di PN. Ada juga, lahan terkena ganti rugi tol merupakan fasilitas umum,” bebernya.

Asisten I, Drs Aris Priadi SH MSi menuturkan, berterima kasih kepada pemilik lahan bersedia menerima ganti rugi proyek tol. “Sejauh ini, pembayaran ganti rugi proyek lahan tol berjalan lancar,” akunya.

Ia berharap, uang ganti rugi diterima bisa bermanfaat dan berguna bagi pemilik lahan. “Manfaatkan dengan baik, uang ganti rugi. Jangan sampai hanya sia-sia, belikan lahan kembali untuk berkebun dan lainnya. Sehingga, menghasilkan lagi,” pungkasnya. (08/03)

Komentar

News Feed