oleh

Pengusaha Tahu Tak Naikkan Harga

-Kecamatan-13 views

PRABUMULIH – Harga kedelai saat ini mengalami kenaikan secara global. Nah, akibat naiknya harga kedelai, pengusaha tahu merasakan dampak dari kenaikan tersebut.

Di Kelurahan Majasari kampung Prabusari misalnya, sentra pabrik tahu di Kota Prabumulih ini menjadi bimbang. Betapa tidak, meski harga bahan pembuatan tahu sudah naik sejak beberapa pekan. Namun, harga tahu tetap bertahan.

“Harga tidak naik, mulai dari Rp 6 ribu – Rp 15 ribu sesuai jumlah dan ukuran. Ukuranpun tetap sama dengan sebelum kedelai naik, jadi sekarang kami lagi dilema,” kata Sumi salah satu pengusaha tahu di Kelurahan Majasari.

Sumi menuturkan, saat ini harga kedelai tembus hingga Rp 9.700. “Dengan harga kedelai sekarang ini, dan harga tahu yang tak naik penjual tidak dapat untung,” ucapnya.

Disinggung apakah ada rencana untuk menaikkan harga tahu, atau mengecilkan ukuran tahun dengan situasi saat ini. Menurut Sumi, hal itu sulit dilakukan. “Untuk menaikan harga tahu masih sulit, karena belum kompak. Kalau sudah sama-sama kompak, mungkin bisa. Kita menunggu yang lainnya. Kemudian, masih banyak yang mengunakan stok kedelai lama sebelum kenaikan,”imbuhnya

Sumi berharap, lonjakan harga kedelai tak terjadi terus menerus. “Kalau bisa harga normal lagi, tidak naik terus. Susah kami pembuat tahu kalau naik seperti ini,” keluhnya.

Untuk saat ini lanjut Sumi, permintaan akan tahu masih stabil. Namun, sudah mengalami penurunan sejak pandemi covid-19. “Dalam sehari kita cetak 40 ancak, atau cetakan tahu dengan bahan 80 kg kedelai. Alhamdulillah selalu habis setiap hari,” jelasnya mengatakan selain mengisi lapak pasar di Prabumulih pelanggan juga banyak dari luar Kota Prabumulih.

Hal itu kata Sumi, lantaran tahu  sudah terkenal sejak dulu. “Ada yang langsung ke pabrik untuk oleh-oleh ke Palembangm Baturaja, bahkan sampe ke Jakarta tapi dengan naik pesawat karena kita tidak pakai pengawet,” lanjutnya.

Maryah salah satu warga dari Oku Timur, mengaku sudah sejak lama langganan tahu dari Majasari. “Ado keluargo di Prabusari, jadi setiap ke sini pasti beli. Kalau mudik pasti beli banyak, sebab banyak jugo wong dusun nitip. Rasonyo enak, gurih apolagi kalau baru goring langsung makan pakai cabe enak nian,” tuturnya mengatakan beli langsung di pabrik lebih murah.

Lurah Kelurahan Majasari Kecamatan Prabumulih Selatan, Inggit Damayanti SE mengakui saat ini pengusaha tahu mengeluhkan kenaikan harga kedelai. “Itu menjadi keluhan pengusaha tahu, karena memang harga kedelai masih sangat tinggi. Kemudian selain naik harga, akibat covid penjualan sedikit lesu,” tukasnya mengatakan terdapat 28 pabrik tahu di Kelurahan Majasari.(08)

Komentar

News Feed