oleh

Pengurus Masjid Siap Bantu Kejari

-Metropolis-281 views

PRABUMULIH – Sejumlah pengurus masjid mengutarakan kesiapannya untuk bekersama membantu Kejaksaan Negeri (Kejari) dalam mengusut dugaan korupsi proyek masjid.
Sejumlah pengurus yang sempat dibincangi mengaku tak keberatan dan bersedia dimintai keteranan oleh penyidik Kejari.
“Kapanpun dan di manapun kami akan siap memenuhi panggilan pihak aparat hukum jika memang nanti keterangan maupun data dari kami terkait pengusutan dugaan korupsi pembangunan masjid kami ini diperlukan,” tegas Ketua Pengurus Masjid An – Nuur, Ahmad Zuhdi Anang dibincangi belum lama ini.
Menurut dia, pengusutan dugaan tumpang tindih proyek pengerjaan rehab masjid An – Nuur yang berlokasi di RT01 RW05 Kelurahan Prabu Jaya Kecamatan Prabumulih Timur tahun 2016 diharapkan memberikan kejelasan tentang fakta sebenarnya.
“Kita akan berikan apa adanya saja, kalau memang salah kita katakan salah, kalau benar yang tentu pasti benar,” kata dia.
Senada disampaikan oleh H Mahari selaku Ketua Pengurus Masjid Marthodillah serta Ketua Masjid Al Hidayah, H Cik Nang Ismail yang belokasi di RT01 RW03 Gunung Ibul dan pengurus Masjid Al Hidayah RT01 RW01 Gunung Ibul, H Sulaidi. Mereka mengaku siap memenmui panggilan penyidik Kejari.
“Begitu juga pihak jaksa sendiri, yang diusut ini anggaran pembangunan masjid. Jadi kami pun minta pihak jaksa jangan main-main untuk menyelidiki kasus ini kalau memang ada temuan selesaikan sampai tuntas dan jangan setengah-setengah, Allah SWT adalah Maha Dari Segala Saksinya,” tutur H Sulaidi.
Sementara itu, Inspektur Kota Prabumulih Yosef Manjan pun mengaku siap mengutarakan hal senada. Yosef mengaku siap mendampingi proses verifikasi proyek pembangunan atau rehab masjid. “Jika memang kami dibutuhkan untuk verifikasi menijau bangunan ke lapangan langsung maka kami siap,” ungkap Yosef dibincangi sejumlah media belum lama ini.
Menurut Yosef, untuk proyek-proyek pembangunan maupun rehab masjid di tahun 2016, sejauh ini memang belum dilakukan verifikasi. “Tapi mudah-mudahan kegiatan yang dibanggakan pak wali kota ini yaitu pembangunan seluruh masjid tanpa meminta-minta itu tidak ada masalah,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Kejari Prabumulih M Husein Admaja SH MH melalui Kasi Intel, Hermansyah SH MH ketika dikonfirmasi juga mengaku dalam waktu dekat berkas pengusutan dugaan korupsi 22 proyek masjid tersebut akan segera dilimpahkan pihaknya ke pihak Pidana Khusus (Pidsus) untuk dapat ditindaklanjuti.
“Mungkin sebentar lagi untuk pelimpahannya ke pidsus, tinggal nunggu persetujuan dahulu dari bapak kajari, kalau memang beliau sudah acc maka berkas baru kita serahkan,” ungkapnya.
Ditegaskan Herman, untuk sementara ini proses puldata dan pulbaket masih dilakukan pihaknya dan dinilai hampir selesai dilakukan, sehingga tahapan pengusutannya pun dianggap telah cukup untuk segera ditindaklanjuti pidsus.
“Perlu juga diingat, kami tidak pernah main-main, dan hal itu bisa dibuktikan nantinya dengan keseriusan pengusutan yang kami lakukan,” tegasnya seraya memastikan, pelaksanaan pemeriksaan pada sejumlah saksi dalam dugaan korupsi 22 proyek masjid itu akan segera dilakukan dan terus berlanjut. (Mg03)

News Feed